Kumparan Logo

Kronologi Meninggalnya Diego Maradona: Operasi Otak hingga Serangan Jantung

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diego Maradona bereaksi saat menerima kartu kuning saat bermain di babak pertama final Piala Dunia melawan Jerman di Azteca Stadium di Mexico City pada 29 Juni 1986. Foto: Gary Hershorn MR/VP/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Diego Maradona bereaksi saat menerima kartu kuning saat bermain di babak pertama final Piala Dunia melawan Jerman di Azteca Stadium di Mexico City pada 29 Juni 1986. Foto: Gary Hershorn MR/VP/REUTERS

Diego Maradona meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB. Sepak bola kembali berduka.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai tokoh. Mulai dari legenda Brasil, Pele; hingga sosok megabintang yang disebut-sebut sebagai titisannya, Lionel Messi.

Diego Maradona meninggal pada usia 60 tahun. Sebelum wafat, legenda Timnas Nasional Argentina itu memang sudah mengalami sejumlah masalah kesehatan.

Pada stori ini, kumparanBOLA memaparkan masalah kesehatan Maradona dari awal November 2020 hingga akhirnya dinyatakan wafat di akhir bulan ke-11 ini. Silakan disimak.

embed from external kumparan

1) Diego Maradona dilarikan ke rumah sakit

Diego Maradona di bangku cadangan Gimnasia La Plata. Foto: ALEJANDRO PAGNI / AFP

Pada 2 November 2020, Diego Maradona dibawa ke rumah sakit di La Plata--kota tempat klub yang dilatihnya, Gimnasia de La Plata, bermarkas. Setelah dicek, ternyata di bagian kepalanya ditemukan Hematoma Subdural (kumpulan darah di permukaan otak).

Kenapa bisa ditemukan kasus itu di kepala Maradona? Boleh jadi, kepalanya membentur sesuatu karena benturan atau pukulan di kepala memang merupakan penyebab Hematoma Subdural.

"Pasti kepalanya terbentur dan tidak menyadarinya, itu bisa terjadi setelah pil yang dia minum untuk insomnia," ujar manajer Maradona, Stefano Ceci, dikutip dari Sportbible.

2) Maradona dioperasi

Pelatih Diego Maradona sebelum pertandingan Superliga Boca Juniors vs Gimnasia y Esgrima di Stadion Alberto J. Armando, Buenos Aires, Argentina, 7 Maret 2020. Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

Setelah diketahui ada Hematoma Subdural, dokter bertindak melakukan operasi. Dan ternyata, operasinya berjalan sukses. Maradona diperbolehkan pulang untuk menjalani perawatan pemulihan di rumahnya di Tigre, Buenos Aires Utara.

"Para petugas medis bilang kepada saya bahwa ini bukan operasi yang berisiko dan dia akan menjalani operasi," tutur Ceci.

3) Maradona wafat

Pada Rabu (25/11/2020) malam WIB, Maradona mengalami serangan jantung di rumahnya. Ia lalu dinyatakan meninggal dunia. Dunia sepak bola berduka.

''Suatu hari, saya berharap kita bisa bermain bola bersama di langit,'' tulis Pele di Twitter, menanggapi wafatnya Diego Maradona.

Bunga, lilin, dan foto Diego Maradona diletakkan di luar Stadion San Paolo di Napoli, Italia, Rabu (25/11). Foto: REUTERS/Yara Nardi

----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.