Kylian Mbappe: Cedera dan Menangis Dahulu ke Final Liga Champions Kemudian

Kylian Mbappe boleh bersuka cita sejadi-jadinya usai Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke final Liga Champions. Dalam laga yang berlangsung pada Rabu (19/8) dini hari WIB itu, Les Parisiens menekuk RB Leipzig 3-0.
Mbappe memang tak mencetak gol dalam laga di Estadio da Luz tersebut. Namun, pergerakannya di lini serang PSG jelas membikin lini pertahanan Die Rotten Bullen kocar-kacir.
Melangkah ke final Liga Champions merupakan titik balik seorang Mbappe. Sebelumnya, striker 21 tahun itu mengira tak mampu berkontribusi banyak untuk PSG karena sempat mengalami cedera.
Sekadar mengingatkan, dalam laga PSG vs St Etienne di Piala Prancis pada 24 Juli lalu, Mbappe mengalami cedera engkel. Gara-gara itu, si topskorer armada Thomas Tuchel sempat divonis tak bisa main di Liga Champions.
Kylian Mbappe mengalahkan cedera
Akan tetapi, Mbappe mementahkan vonis tersebut. Dalam laga perempat final kontra Atalanta, si striker Timnas Prancis bisa turun laga, bahkan mencetak satu assist. Kini, dia menatap final Liga Champions.
"Setelah [laga vs] St Etienne, saya pikir saya sudah mati. Saya menangis sepanjang malam. Saya merasa sakit, tetapi saya tidak ingin menunjukkannya kepada pemain lain," katanya, dilansir Get French Football News.
"Saya akan menurunkan tubuh saya di lapangan pada [final Liga Champions] hari Minggu [waktu setempat]! Saya ingin menjuarai Liga Champions!" lanjutnya.
PSG akan menantang pemenang laga Bayern Muenchen vs Lyon di laga final yang akan berlangsung pada Senin (24/8) dini hari WIB. Kira-kira, Mbappe lebih suka melawan yang mana, ya?
"Saya lebih berharap pada Lyon tentu saja, [sesama] klub Prancis. Jika kami tidak menghargai Ligue 1 kami, siapa lagi? Kalaupun pada akhirnya Bayern, oke, tetapi melawan Lyon lebih spesial," ujarnya.
Sepanjang 2019/20, PSG sudah empat kali bertemu Lyon. Hasilnya, Kylian Mbappe dan kolega selalu menang.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
