Kumparan Logo

La Liga Berduka: Akan Gelar Satu Menit Hening untuk Tragedi Kanjuruhan

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi logo La Liga. Foto: Brian Ach/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo La Liga. Foto: Brian Ach/Getty Images

Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema vs Persebaya di Liga 1 pada Sabtu (1/10) malam WIB telah mendapat perhatian mancanegara. Terbaru, pihak La Liga (Divisi Utama Liga Spanyol) dan RFEF (Federask Sepak Bola Spanyol) mengumumkan akan menggelar 1 menit hening (1 minute silences) sebagai tanda belasungkawa atas tragedi itu.

"La Liga dan RFEF telah sepakat mengheningkan cipta selama satu menit untuk menunjukkan belasungkawa kepada masyarakat Indonesia, terutama kerabat mereka yang meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, di Pulau Jawa, serta mendoakan agar mereka yang terluka akibat insiden cepat sembuh," tulis ofisial La Liga pada Minggu (2/10).

"Sebagai tanda hormat, akan dilakukan mengheningkan cipta selama satu menit pada semua pertandingan yang masih akan dimainkan pada matchday 7 La Liga Santander dan matchday 8 La Liga SmartBank (Divisi 2) bergabung dengan acara belasungkawa dan mengungkapkan solidaritasnya dengan keluarga para korban," tandas mereka.

Pada Minggu (2/10) pagi WIB, dilaporkan ada 127 orang tewas dalam kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya di Kanjuruhan juga, dan jumlah korban jiwa terus bertambah. Insiden tersebut juga jadi laga dengan korban jiwa terbanyak kedua di dunia melampaui tragedi Hillsborough (96 korban jiwa) dan Accra Sports di Ghana (126).

Suasana kerusuhan dipertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022. Foto: Putri/AFP

Presiden Joko Widodo meminta PSSI untuk menghentikan kompetisi Liga 1 2022/23. Jokowi meminta PSSI untuk melakukan evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan penonton di stadion.

''Untuk itu, saya memerintahkan PSSI untuk menghentikan Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,'' kata Jokowi dalam keterangan resminya, Minggu (2/10).

Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk melakukan investigasi atas kasus ini. Ia tak ingin insiden serupa terjadi lagi di kemudian hari.