La Liga Sumbang Lima Ton Disinfektan untuk Wuhan

Solidaritas ditunjukkan oleh La Liga, operator kompetisi sepak bola level tertinggi sepak bola Spanyol, untuk mengatasi virus corona di China. Mereka akan menyumbangkan lima ton cairan dIsinfektan ke Kota Wuhan.
Wuhan sendiri jadi pusat dari penyebaran virus corona, virus yang sudah merenggut kurang lebih 3.000 nyawa hingga kini. Pada Desember 2019 silam, virus corona pertama kali dideteksi dari kota yang merupakan bagian dari China tersebut.
"Kami ingin menunjukkan dukungan kami kepada masyarakat China dengan sumbangsih kami ini, terutama bagi orang-orang di kota Wuhan," ujar Oscar Mayo, Direktur Bisnis dan Pengembangan La Liga, dilansir ESPN FC.
"Kami juga berharap agar masyarakat China tetap berani dan tabah menghadapi ini, begitu juga negara-negara lain yang sudah terpapar oleh virus corona," tambahnya.
Tidak hanya dari La Liga saja, dukungan juga diberikan oleh beberapa tim Spanyol untuk China. Espanyol, klub La Liga yang dimiliki perusahaan asal China bernama Rastar Group, menyumbangkan 450.000 masker ke China.
Real Madrid dan Barcelona juga menunjukkan dukungan mereka. Mereka mengundang tim Wuhan Zall FC untuk menonton laga El Clasico pada Senin (2/3/2020) dini hari WIB. Mereka juga diizinkan untuk berkeliling di Santiago Bernabeu.
Wuhan FC sendiri, sampai sekarang, masih berada di Spanyol. Awalnya, tim asuhan Jose Manuel Gonzalez Lopez ini berada di Spanyol pada Januari 2020 untuk menjalani latihan pramusim, jelang bergulirnya Liga Super China.
Namun, hingga kini, Wuhan FC urung kembali ke China. Merebaknya virus corona di sana jadi sebab Yao Hanlin dan kolega belum pulang ke China. Apalagi, Wuhan juga jadi tempat awal menyebarnya virus corona.
"Tim sangat ingin segera kembali ke Wuhan. Jadi kami, melalui sepak bola, bisa membantu mengembalikan semangat masyarakat di tengah krisis kesehatan yang melanda tempat asal kami," ujar Gonzalez, yang juga pernah main di La Liga bersama Mallorca ini.
