Label Los Galacticos yang Memudar dari Real Madrid

Kursi Presiden Real Madrid masih diduduki oleh Florentino Perez. Namun, predikat Los Galacticos mulai meluntur dari tim ibu kota Spanyol ini.
Membahas label Los Galacticos, kita perlu mundur hingga 2000, ketika Perez terpilih untuk kali pertama sebagai Presiden Madrid. Kurun tiga tahun pertama era kepemimpinannya, Perez mengucurkan 222,5 juta euro untuk mendatangkan empat pemain bintang: Luis Figo (2000), Zinedine Zidane (2001), Ronaldo (2002), dan David Beckham (2003).

Kesukesan membajak pemain kunci rivalnya di Eropa membuat Perez boleh mangkak. Dia lantas menyematkan sebutan Los Galacticos untuk Madrid kala itu.
Los Galacticos jilid dua kembali hadir saat Perez menjalani periode kedua bersama Madrid sejak 2008. Kali ini arus kedatangan megabintang ke Santiago Bernabeu jauh lebih deras. Total tiga kali Madrid memecahkan rekor transfer dunia dengan mengakuisisi Ricardo Kaka (67 juta euro, 2009), Cristiano Ronaldo (97 juta euro, 2009), dan Gareth Bale (100 juta euro, 2013).
Masih ditambah dengan nama-nama beken lain yang masih bertahan di skuat sampai sekarang. Di antaranya Karim Benzema (2009, 35 juta euro), Isco (2013, 30 juta euro), Toni Kroos (2014, 24 juta euro), serta James Rodriguez (2014, 76 juta euro).
Kemewahan skuat turut menghadirkan kejayaan untuk Real Madrid. Sudah empat trofi Liga Champions direngkuh mereka dalam dua periode kepemimpinan Perez.

Seiring kesuksesan terakhir di Eropa pada musim 2017/18, Madrid ternyata tidak semakin berhasrat menambah megabintang. Arah kebijakan transfer bergeser. Bukan lagi terpaku pada nama besar, melainkan memikirkan masa depan.
Lihat saja daftar transfer Madrid pada musim panas 2018. Ronaldo malah dilego ke Juventus dengan nilai 117 juta euro. Sementara itu, lis pembelian nihil pemain bintang. Tiga rekrutan termahal mereka justru tergolong masih hijau, tetapi memiliki potensi besar: Vinicius (18), Alvaro Odriozola (22), dan Andriy Lunin (19).
Begitu juga musim panas 2017. Kurun ini, Madrid tak mendatangkan pemain bintang sama sekali. Yang hadir malah dua pemain belia, yakni Theo Hernandez dan Dani Ceballos.

Tidak dimungkiri pula oleh Perez bahwa Madrid mulai merancang proyeksi jangka panjang. Maka itu, bujet transfer diarahkan pemain dengan usia muda.
"Sedikit demi sedikit, kami membangun fondasi untuk sekarang dan masa mendatang. Kami pun mendatangkan talenta-talenta muda," tutur Perez seperti dilansir oleh Marca.
Sebuah alasan logis melihat kondisi skuat Madrid sekarang. Pemain-pemain kunci mereka sudah menjelang dan mencapai usia 30-an. Ambil contoh Sergio Ramos, Marcelo, Gareth Bale, dan Karim Benzema. Regenerasi tentu diperlukan.
Kendati begitu, harus diakui pula bahwa Madrid adalah tim raksasa yang mengejar gelar bergengsi setiap musimnya. Dengan skuat lebih muda, mampukah mereka mewujudkan targetnya? Atau, seberapa lama Perez mau menunggu sampai rekrutan-rekrutan hijaunya matang dan menghadirkan kejayaan lanjutan?
