Lacazette Pimpin Penggawa Arsenal Berlutut di Depan Pemain Slavia Praha

16 April 2021 14:18 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemain Slavia Praha berbaris sebelum pertandingan di Stadion Sinobo, Praha, Republik Ceko, Kamis (15/4). Foto: David W Cerny/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Slavia Praha berbaris sebelum pertandingan di Stadion Sinobo, Praha, Republik Ceko, Kamis (15/4). Foto: David W Cerny/REUTERS
ADVERTISEMENT
Arsenal melaju ke babak semifinal Liga Europa. Dalam babak perempat final, Jumat (16/4) dini hari WIB, The Gunners sukses menyingkirkan Slavia Praha dengan skor 4-0 dan membuat agregat menjadi 5-1.
ADVERTISEMENT
Tak cuma hasil yang menjadi perbincangan di laga tersebut. Aksi Alexandre Lacazette yang memimpin rekan-rekannya melakukan Black Lives Matter juga menjadi ramai di media sosial.
Ya, sebelum sepak mula dimulai, Lacazette langsung berlutut di tengah lapangan. Aksi tersebut memperlihatkan solidaritas pemain Arsenal melawan rasisme dengan melakukan kegiatan tersebut.
Menariknya, para pemain Slavia Praha tak melakukan aksi tersebut. Mereka malah berdiri saling rangkul di tengah lapangan.
Selebrasi pemain Arsenal Alexandre Lacazette usai mencetak gol ke gawang Slavia Praha pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Europa di Stadion Sinobo, Praha, Republik Ceko. Foto: David W Cerny/REUTERS
Salah satu penggawa Slavia Praha juga dinyatakan bersalah karena melakukan aksi rasialisme. Adalah Ondrej Kudula yang melakukan aksi rasialisme di babak perempat final saat Slavia Praha melawan Rangers.
Kala itu, Kudula melakukan aksi rasialisme kepada Glen Kamara. Uniknya, Kamara merupakan eks pemain Arsenal.
Aksi Kudula itu membuat UEFA memberikan hukuman. Kudula dilarang tampil dalam 10 pertandingan Slavia Praha di kompetisi antarklub eropa.
Pemain Arsenal berlutut untuk mendukung kampanye Black Lives Matter sebelum pertandingan di Stadion Sinobo, Praha, Republik Ceko, Kamis (15/4). Foto: David W Cerny/REUTERS
"Kudula dilarang tampil di 10 pertandingan klub UEFA berikutnya dan pertandingan kompetisi tim yang mana ia bermain karena perilaku rasisme," buni pernyataan UEFA.
ADVERTISEMENT