Kumparan Logo

Laga United versus AZ Alkmaar Berakhir Tanpa Gol

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nemanja Matic (kanan) dalam laga United vs Alkmaar. Foto: REUTERS/Piroschka van de Wouw
zoom-in-whitePerbesar
Nemanja Matic (kanan) dalam laga United vs Alkmaar. Foto: REUTERS/Piroschka van de Wouw

Tidak ada gol, tidak ada pemenang dalam pertandingan kedua Liga Europa yang mempertemukan Manchester United dengan AZ Alkmaar di Cars Jeans Stadium, Kamis (3/10/2019) malam WIB.

Dengan begitu, United berada di posisi kedua Grup L dengan torehan 4 poin. Sementara, Alkmaar berada satu tingkat di bawah The Red Devils dengan 2 poin. Selain itu, ini berarti United sudah gagal menang di 10 laga tandang terakhir di seluruh ajang.

***

Tak seperti laga Liga Europa yang sudah-sudah, kali ini bukan Sergio Romero yang menjaga gawang Manchester United. Tugas tersebut diberikan kepada sang kiper utama, David De Gea.

Selain hal tersebut, United masih menggunakan pendekatan serupa di Liga Europa: Turunkan banyak pemain muda dan pemain lapis kedua. Pemain-pemain itu kemudian disusun dalam sistem 4-1-4-1.

Marcos Rojo bertandem dengan Victor Lindeloef di jantung pertahanan. Brandon Williams dan Diogo Dalot di posisi bek kiri dan kanan. Nemanja Matic di posisi gelandang bertahan, sementara Fred Rodrigues dan Angel Gomes berada di depannya.

Posisi sayap kiri dan kanan dihuni oleh Daniel James dan Juan Mata. Terakhir, Mason Greenwood menjadi penyerang tunggal.

Sementara, AZ Alkmaar tampil dengan formasi andalan 4-2-3-1. Dalam urusan mencetak gol, mereka bergantung kepada dua pemain. Yakni, Oussama Idrissi yang berada di sayap kiri dan Myron Boadu yang berada di posisi penyerang tengah.

Jika dikombinasikan, kedua pemain ini sudah terlibat dalam terciptanya 13 gol Alkmaar di seluruh ajang musim ini.

Selama babak pertama, kedua tim mengalami stagnasi. Total 6 tembakan telah dilesakkan United dan Alkmaar, tetapi hanya 2 upaya dari Alkmaar yang tepat sasaran. Meski begitu, kedua tim memiliki masalah yang berbeda selama kurun waktu tersebut.

Daniel James (kanan) kesulitan menembus pertahanan AZ Alkmaar. Foto: REUTERS/Piroschka van de Wouw

Di awal pertandingan ini, Alkmaar begitu mudah menembus final third lawan dengan mengandalkan serangan dari sisi sayap. Namun, yang menjadi problem mereka ialah pengambilan keputusan yang buruk setibanya di kotak penalti.

Sementara, United kesulitan menembus middle third lawan, yang jarak antarlininya selalu rapat ketika diserang. Upaya mengubah formasi mejadi 4-2-3-1, dengan James sebagai muara serangan, juga berbuah nihil. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Di menit ke-47, Alkmaar hampir saja membikin gol. Berkat umpan lambung Ron Vlaar dari lini pertahanan, Boadu sempat berada dalam situasi satu lawan satu dengan De Gea. Namun, gara-gara terlalu lama mengambil keputusan, upaya Boadu dihalau De Gea.

Karena setelahnya United terus diserang, manajer United, Ole Gunnar Solskjaer, memutuskan untuk menarik keluar James dan memasukkan Marcus Rashford. Ironisnya, setelah pergantian ini pun narasi pertandingan ini tetap tak berubah.

Para pemain AZ Alkmaar memprotes keputusan wasit dalam laga melawan United. Foto: REUTERS/Piroschka van de Wouw

Di menit ke-74, Alkmaar berpeluang mendapatkan penalti. Gara-garanya ialah Fred menginjak paha Dani de Wit di kotak penalti. Namun, setelah mengalami perdebatan yang panjang, wasit merasa tak perlu memberikan penalti kepada sisi Alkmaar.

Tiga menit kemudian, terjadi pergantian pemain di kubu United. Greenwood keluar dan Jesse Lingard masuk. Di menit ke-84, Lingard mendapatkan ruang tembak yang lega di kotak penalti. Sayangnya, sepakannya membikin bola keluar area pertandingan.

Setelahnya, kedua tim saling menyerang. Meski begitu, skor 0-0 tetap bertahan hingga laga tuntas.