Kumparan Logo

Lagu-lagu Bola Ini Nggak Kalah Keren dari 'Football's Coming Home'

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sporter Inggris saksikan pertandingan VS Panama. (Foto: REUTERS / Lucy Nicholson)
zoom-in-whitePerbesar
Sporter Inggris saksikan pertandingan VS Panama. (Foto: REUTERS / Lucy Nicholson)

Kata legenda dangdut Indonesia, Rhoma Irama, "Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga." Aih... dia belum tahu saja seberapa seberapa lekatnya hubungan sepak bola tanpa musik.

Bayangkan jika suporter Timnas Inggris tak bernyanyi 'Football's Coming Home' saat tim mereka menang 4-3 atas Kolombia dalam babak adu penalti di 16 besar Piala Dunia 2018, Rabu (4/7/2018). Kemungkinan besar kita semua takkan heboh membicarakan kemungkinan Inggris juara Piala Dunia lagi setelah 1966 akibat lawan-lawan mereka yang tak begitu sukar dari perempat final sampai final --atau bicara tentang cocoklogi Inggris juara Piala Dunia.

Untungnya, gambaran sepak bola yang sangat hambar seperti itu tidak pernah terjadi. Bagusnya lagi, beberapa musisi membuat lagu sepak bola yang bagus untuk memecut semangat negaranya.

Karena sekarang kita semua masih merayakan momen Piala Dunia edisi Rusia, kumparanBOLA pun memberikan daftar putar lima lagu-lagu sepak bola yang unik lintas negara. Mari bernyanyi sampai suara Anda habis!

World in Motion - New Order

embed from external kumparan

Sebagai sebuah band boleh saja Joy Division hanya berusia singkat. Band ini hanya bertahan empat tahun akibat vokalis dan ikon mereka, Ian Curtis, bunuh diri pada Mei 1980. Sisa personel Joy Division kemudian membentuk New Order dan mendapatkan nama sendiri.

Meski begitu, penggemarnya tetap loyal bahkan setelah band asal Manchester tersebut bubar. Salah satunya adalah David Bloomfield.

Di awal 1990, Bloomfield, Press Officer-nya FA saat itu, mengontak Factory Records yang dahulu menjadi label-nya Joy Division. Tahu anggota Joy Division yang tersisa membuat band baru bernama New Order di label itu, dia pun memberikan tawaran menarik. Tawaran itu disetujui dan New Order pun membikin anthem untuk Timnas Inggris di Piala Dunia 1990.

Dan jadilah lagu synth-pop selayaknya lagu 'Love Will Tear Us Apart'-nya Joy Division yang mereka namai 'World in Motion'. Proses pengerjaan lagu ini dibantu oleh berbagai pihak. Ada andil komedian tenar asal Inggris, Keith Allen, dalam penulisan lirik lagu yang bernada penuh optimisme ini. John Barnes nge-rap dan penggawa The Three Lions yang lain mengisi backing vocal.

Lagu ini pada akhirnya membuat suporter Inggris kembali optimistis dengan sepak bolanya. Terutama setelah berbagai tragedi sepak bola melanda Inggris dalam lima tahun sebelumnya, mulai dari Heysel sampai Hillsborough.

The Three Lions (Football's Coming Home) - Lightning Seeds

embed from external kumparan

"It's coming home! It's coming home! Football's coming home."

Well, akui saja bagian refrain dari lagu 'The Three Lions'-nya 'Baddel & Skinner & The Lightning Seeds' begitu ear-catchy. Dan yang membuat lagu ini bagus adalah keberanian musisinya menaburkan realita pahit dalam liriknya.

Lagu ini diciptakan demi menyambut Piala Eropa di Inggris tahun 1996 itu. Dan saat itu, 'Baddel & Skinner & The Lightning Seeds' jengah dengan kebohongan perihal kans The Three Lions juarai trofi yang tak kunjung mereka menangi lagi sejak 1966.

"Suatu hari saya berbincang dengan Frank (Skinner) dan kami sepakat bahwa seluruh lagu tentang Inggris itu berbicara tentang kebohongan. Kebohongan dengan mengatakan bahwa Inggris akan menang di turnamen ini atau itu," ujar David Baddiel seperti dilansir Telegraph.

Mulanya, karena mendengar realita pahit itu, lagu ini mendapat penolakan dari skuat Timnas Inggris. Namun, 'Baddel & Skinner & The Lightning Seeds' berhasil membujuk mereka untuk mendengarkan lagu ini sampai selesai. Setelah lagu itu selesai diputar, penggawa Inggris saat itu jadi menyukainya.

Popularitas lagu ini meroket bersama Inggris yang berhasil sampai ke semifinal Piala Eropa 1996. Setelah itu, lagu ini menjadi anthem Inggris di turnamen internasional manapun.

Tage Wie Diese - Die Toten Hosen

embed from external kumparan

Jika Inggris punya 'Football's Coming Home,' maka Jerman punya 'Tage Wie Diese' atau 'Days Like This'. Lagu ini memang tidak diciptakan Die Toten Hosen khusus untuk sepak bola Jerman. Namun, dinobatkannya lagu ini sebagai 'Hit of The Year' di Jerman pada tahun 2012 karena sepak bola Jerman.

Lagu ini mulanya menjadi buah bibir di Jerman sana akibat dinyanyikan oleh pendukung Fortune Duesseldorf di awal 2012. Lagu ini sendiri bercerita tentang euforia massal yang juga biasa dirasakan oleh suporter ketika melihat timnya beraksi di atas lapangan. Di Piala Eropa 2012, lagu ini menjadi anthem bagi Timnas Jerman. Usai juarai Piala Dunia 2014, lagu ini pun juga dinyanyikan penggawa bersama suporter Die Mannschaft.

Sayang sekali lagu yang bagus ini tidak bisa Jerman nyanyikan di Piala Dunia kali ini karena, ehem, mereka sudah gugur di fase grup.

embed from external kumparan

Don't Come Home Too Soon - Del Amitri

embed from external kumparan

Asosiasi Sepak bola Skotlandia (SFA) boleh saja jadi yang tertua kedua di dunia, tetapi itu bukan berarti Timnas mereka bisa bicara banyak di ajang internasional. Di Piala Dunia mereka tak pernah lolos ke 16 besar. Begitu juga di Piala Eropa.

Berdasarkan itu, Del Amitri pun merilis lagu berjudul 'Dont Come Home Too Soon' dengan harapan napas tim mereka bisa lebih panjang di Piala Dunia 1998. Karena lagu ini mewakili semangat komunal, dan dengan gubahan aransemen musik country yang bagus pula, lagu ini pun bisa merajai tangga musik Skotlandia edisi Juni.

Sayangnya, tak begitu lama lagu ini dirilis, Skotlandia justru urung lolos ke 16 besar. Ouch!

Together Stronger - Manic Street Preachers

embed from external kumparan

Di 2016, sejarah tercipta untuk Timnas Wales. Untuk pertama kalinya, mereka lolos ke putaran final Piala Eropa. Atau turnamen internasional kedua mereka setelah lolos ke perempat final Piala Dunia 1958. Kelolosan itu membuat 'Manic Street Preachers' merilis single untuk skuat berjuluk Y Dreigiau berjudul 'Together Stronger'. Karena liriknya yang berapi-api, lagu ini pun jadi anthem bagi Gareth Bale dan kolega.

Tak disangka-sangka, tak begitu lama lagu ini dirilis, Timnas Wales berhasil mencapai torehan fantastis di turnamen yang digelar di Prancis itu. Sayang, langkah mereka terhenti di semifinal akibat dikalahkan Timnas Portugal 0-2.