Kumparan Logo

Lakoni Debut di Laga vs Southampton, Tommy Doyle Tuai Pujian dari Pep

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tommy Doyle di laga Manchester City vs Southampton. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
zoom-in-whitePerbesar
Tommy Doyle di laga Manchester City vs Southampton. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Pep Guardiola tidak bercanda waktu menginstruksikan Tommy Doyle turun sebagai starter saat Manchester City bertanding melawan Southampton di babak 16 besar Piala Liga Inggris 2019/20.

Bagi penonton seperti kita Piala Liga ini turnamen yang dibilang tidak penting, ya, tidak. Kalau dibilang penting, rasanya jadi berlebihan.

Namun, turnamen ini ibarat laboratorium bagi pelatih seperti Guardiola. Di turnamen inilah dia bisa dengan leluasa mengutak-atik skuat dengan memasukkan pemain entah lapis ke-berapa hingga pemain muda.

Bagi para pemain tersebut, Piala Liga Inggris mirip audisi. Kalau bermain impresif di sini, bukannya tidak mungkin bakal mencicipi rasanya menjadi pilihan utama.

Doyle menjadi salah satu pemain muda yang mendapatkan kesempatan itu pada Rabu (30/10/2019). Ia diplot Guardiola sebagai holding midfielder.

Gelandang City, Tommy Doyle. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Keputusan ini ada kaitannya dengan jam terbang Ilkay Guendogan yang sudah padat. Guardiola mencoba mengistirahatkan Guendogan sehingga fisiknya tak tergerus.

"Kami hanya punya satu holding midfielder, Ilkay Guendogan. Namun, ia sudah bermain dalam banyak pertandingan," ujar Guardiola, dikutip dari laman resmi City.

"Sebenarnya Fernandinho bisa memainkan peran ini. Akan tetapi, ia harus fokus di perannya sebagai bek tengah, lagi pula ia kena suspensi. Itulah sebabnya saya memainkan Tommy. Saya tidak punya alternatif lagi," jelas Guardiola.

Holding midfielder adalah peran yang rumit. Posisinya serupa dengan gelandang bertahan, yaitu di depan bek. Persoalan utamanya adalah tugas yang kompleks.

Seorang holding midfielder dituntut mempunyai daya jelajah yang luas. Holding midfielder harus memiliki kemampuan umpan, menjemput dan mengalirkan bola sama baiknya. Kualitas itu mesti dipunyai karena ia harus menjadi penjaga irama permainan tim.

Menjaga positioning penting bagi holding midfielder sehingga kemampuan dribel juga sangat diperlukan. Itu belum ditambah dengan ketangguhan memutus serangan lawan.

Itulah sebabnya holding midfielder yang baik adalah pemain yang simpel. Tugas yang seabrek tidak akan bisa dilakoni dengan optimal jika pemain doyan menampilkan gimmick.

Doyle menjalani laga kompetitif pertamanya bersama City dengan menjanjikan. Ia membuat empat dribel sukses dari empat percobaan dan dua umpan kunci. Dua tekel sukses dan satu intersep melengkapi performanya hari ini.

Pemain berusia 18 tahun 12 hari ini juga berulang kali terlihat melepaskan diri dari kawalan lawan. Tak heran jika akhirnya Guardiola memberi puja-puji.

"Tommy ikut bersama kami di pramusim. Saya terus mengamatinya di akademi. Tidak ada keraguan sama sekali, saya yakin dia bakal tampil dengan impresif. Selamat untuk debutnya [di laga kompetitif]," lanjutnya.

Laga Manchester City vs Southampton. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Doyle dan City punya sejarah panjang. Kedua kakeknya adalah legenda City. Kakek dari sisi ayahnya adalah Mike Doyle. Kakek dari sisi ibunya adalah Glyn Pardoe.

Mike bermain untuk City pada 1965 hingga 1978 dan mempersembahkan delapan gelar juara. Pardoe berlaga bersama City pada 1962 sampai 1972 dan ikut mengantar timnya merengkuh empat trofi juara.

Menariknya, Mike dan Pardoe sama-sama mencetak gol untuk City pada final Piala Liga Inggris 1970 melawan West Bromwich Albion. Saat itu, City menang 2-1.

"Ibu saya menangis waktu tahu bahwa saya bermain hari ini. Saya harap saya membuat kakek saya [Glyn] bangga. Saya juga berharap kakek [Mike] melihat saya dengan penuh kebanggaan dari surga sana," ujar Doyle kepada BBC.

Turun arena dengan menyandang status sebagai bagian dari silsilah legenda mungkin bakal menyenangkan. Namun, Doyle rasanya tidak ingin dikenal sebagai cucu si A, si B, ataupun anak siapa.

Yang diinginkan Doyle ialah diakui sebagai pesepak bola hebat, dikenal sebagai anak muda yang jadi masa depan City--tanpa melihat DNA siapa yang mengalir dalam darahnya.