Kumparan Logo

Lamine Yamal Lampaui Rekor Dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano. Foto: Bruna Casas/ REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Lamine Yamal merayakan gol kelima Barcelona saat melawan Rayo Vallecano. Foto: Bruna Casas/ REUTERS

Penyerang muda Barcelona Lamine Yamal memecahkan rekor kontribusi gol beruntun pemain muda di panggung sepak bola Eropa musim ini. Menurut laporan Mundo Deportivo yang dikutip dari Goal, pemain berusia 19 tahun tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa melalui gol dan umpan matang bagi klub serta negaranya. Performa impresif ini membuat sang pemain mulai disejajarkan dengan deretan legenda sepak bola dunia.

Rekor Bersejarah Abad Ini

Pemain sayap andalan Barcelona tersebut sukses membukukan 12 gol dan 7 assist saat berseragam Barcelona maupun tim nasional Spanyol. Berdasarkan data dari Besoccer, ia menjadi pemain di bawah usia 20 tahun pertama pada abad ini yang mampu berkontribusi dalam sembilan laga beruntun di level elite.

Rentetan performa luar biasa ini terus bertahan hingga sembilan pertandingan sebelum akhirnya dihentikan oleh pertahanan kokoh Kroasia. Konsistensi tinggi tersebut membuktikan bahwa kemampuan olah bola sang pemain bukan sekadar kejutan sesaat di dunia sepak bola.

Perbandingan dengan Para Legenda Dunia

Pencapaian fantastis milik bintang muda Spanyol ini langsung memicu perbandingan dengan para pemain terbaik dunia saat mereka berusia sama. Lionel Messi tercatat hanya mampu berkontribusi dalam empat laga beruntun bersama Argentina pada ajang Copa America tahun 2007 sebelum usianya menginjak 20 tahun. Catatan serupa juga dibukukan oleh Cristiano Ronaldo yang mentok pada angka empat pertandingan beruntun bersama Manchester United dan Portugal pada September 2004.

Generasi baru penyerang tajam modern seperti Kylian Mbappe dan Erling Haaland juga belum mampu menyamai rekor luar biasa milik bintang Barcelona ini. Kylian Mbappe hanya mencatatkan kontribusi maksimal pada enam laga beruntun, sedangkan Erling Haaland terhenti pada angka delapan pertandingan berturut-turut. Angka delapan laga beruntun tersebut juga sempat dicapai oleh talenta muda lain seperti Jadon Sancho dan Florian Wirtz.

Pujian dari Pelatih Tim Nasional Spanyol

Kehebatan performa yang ditunjukkan di atas lapangan hijau mengundang decak kegum dari berbagai pihak, termasuk pelatihnya di tim nasional. Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente menyebut anak asuhnya sebagai bakat langka yang memiliki tekad sangat cerdas. Sang pelatih menilai anak asuhnya tersebut memiliki dimensi permainan mematikan yang sangat jarang ditemukan pada pemain seusianya.

Kutipan langsung dari Luis de la Fuente menegaskan apresiasinya terhadap talenta istimewa tersebut dalam skuadnya. Sang pelatih memberikan pujian tinggi dengan mengatakan bahwa sang pemain adalah “sebuah bakat langka dengan tekad yang sangat jenius.” Kini, sang pemain tidak lagi sekadar dibandingkan dengan rekan sebayanya, melainkan sudah sejajar dengan para pemain bintang yang jauh lebih senior.