Lara Hati Alisson Becker: Gagal ke Pemakaman Ayah karena Corona

Alisson Becker dilanda duka cita. Sang ayah, Jose Agostinho Becker, dilaporkan wafat akibat tenggelam di sebuah danau di peternakan keluarga dekat Kota Lavras do Sul, Brasil, pada Rabu (24/2) sore waktu setempat.
Jasad ayah Alisson sejatinya baru ditemukan sekitar tengah malam di tepi sungai oleh teman dan karyawan properti, yang memulai pencarian setelah keluarganya membunyikan alarm sekitar jam 5 sore. Disinyalir, Jose tenggelam karena kecelakaan, tak ada tanda-tanda kejahatan.
Sebab, Jose pergi ke area yang sulit sinyal ponsel itu sendirian; bahkan tanpa sang istri, Magali, yang tetap tinggal di rumah mereka di Novo Hamburgo yang berjarak 220 mil jauhnya. Ironisnya, almarhum sengaja memilih destinasi itu sebagai tempat liburan yang diyakininya 'bebas' corona.
Lantas, Alisson yang telah mengetahui kabar wafatnya Jose hendak pulang ke Brasil untuk menghadiri pemakaman. Namun, menurut sumber di Sport Clube Internacional--bekas klub Alisson, kiper Liverpool itu gagal melakukannya.
"Dia melakukan semua yang dia bisa untuk menemukan cara [terbang ke Brasil], dengan putus asa mencari penerbangan dan cara-cara dia bisa menghindari larangan penerbangan dari Inggris dan pembatasan COVID-19 yang parah di negara bagian," kata sumber itu, dikutip dari Daily Mail.
"Di Brasil, keluarga sedang menunggu untuk mengetahui kapan dia akan tiba sebelum memutuskan, apakah jenazah akan tetap di Lavras do Sul atau dibawa kembali ke Novo Hamburgo," lanjutnya.
Sebagai seorang anak, wajar rasanya jika Alisson Becker ingin menghadiri pemakaman sang ayah untuk melihat dan memberi penghormatan untuk terakhir kali. Namun, apa daya, pandemi corona yang menyebabkan adanya pembatasan penerbangan menghalangi niat baiknya.
"Namun pada akhirnya, dia harus mengaku kalah. Istrinya, Natalia, sedang hamil 28 minggu dan dia harus menghabiskan 10 hari di hotel karantina sekembalinya," terang sumber.
"Dia berjanji untuk datang dalam waktu tiga minggu, ketika jadwal Liverpool-nya memungkinkan, dan menghabiskan lima hari di sini. Namun, itu mencabik-cabiknya bahwa dia tidak akan bisa berada di sini untuk pemakaman ayahnya. Mereka adalah teman terbaik," tandasnya.
***
