Lazio vs CFR Cluj: Ketenangan Jadi Kunci

Lazio membutuhkan keajaiban untuk lolos dari Grup E. Mereka baru mengemas 3 poin dari 4 pertandingan. Terpaut 7 angka dari Glasgow Celtic dan 6 poin dari CFR Cluj.
Meski Jumat (29/11/2019) dini hari WIB nanti Lazio sukses mengalahkan Cluj, belum tentu pula tiket lolos ke babak 32 besar bakal diraih. Syaratnya, Lazio mesti menang atas Rennes dan Cluj harus kalah dari Celtic di laga pemungkas.
Rumit? Memang. Simone Inzaghi pun mengakui bahwa kelolosan Lazio akan bergantung kepada tim lainnya. Padahal, awalnya Lazio lebih difavoritkan untuk melaju ke fase gugur.
"Ini adalah Liga Europa, di mana kelolosan kami tergantung kepada tim yang lainnya. Kami sekarang dikesampingkan secara matematis, (tapi) kami akan melakukan semua yang kita bisa untuk maju," kata Inzaghi, dilansir Football Italia.
Sad but true, Lazio memang tampil buruk sepanjang turnamen. Cuma sekali mereka memetik kemenangan, yakni saat menundukkan Rennes 2-1 di matchday kedua. Sementara tiga laga lainnya berujung kekalahan --termasuk takluk dari Celtic di Olimpico dua pekan silam.
Lazio apes betul kala itu. Sempat unggul duluan di menit ketujuh, Celtic malah berhasil menyamakan kedudukan di menit injury time via Olivier Ntcham.
Satu hal yang disesali Inzaghi, saat wasit Tobias Stieler tak memberikan hadiah penalti kepada timnya saat Ciro Immobile dilanggar di kotak terlarang.
"Ini adalah kesalahan kami sendiri, kami berada dalam situasi ini, tetapi juga karena faktor eksternal, karena itu merupakan penalti yang jelas pada Ciro Immobile yang bisa mengubah pertandingan," Inzaghi.
Performa Lazio di Liga Europa berbanding terbalik di Serie A. Mereka relatif stabil dalam mendulang poin dan kini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara --di bawah Juventus dan Inter Milan.
Tak sampai di situ, jumlah gol Lazio juga impresif. Mereka membuat rata-rata 2,3 gol per laga. Catatan itu cuma kalah dari Atalanta.
"Kami telah memainkan sepak bola yang luar biasa di Serie A dan benar-benar layak berada di posisi ketiga. Kami bisa mendapatkan hasil imbang yang lebih baik di Liga Eropa dan penampilan kami tidak sesuai dengan hasilnya," lanjut Inzaghi.
Dalam perspektif lain, kondisi semacam ini bisa membuat Lazio tampil lepas tanpa beban. Lagipula, kans mereka untuk menaklukkan Cluj masih terbuka lebar.
Lazio sendiri tampil ciamik saat bertandang ke markas Cluj di pekan pertama. Total 5 shot on target mereka lepaskan. Bandingkan dengan Cluj yang cuma mengemas 2.
So, masalah paling mendasar, ya, penyelesaian akhir. Itulah mengapa composure menjadi penting nanti.
Immobile yang sudah mengemas 9 gol dan 3 assist dalam 8 pertandingan jadi tumpuan utama. Sebagai tandemnya, besar kemungkinan Inzaghi akan menunjuk Joaquin Correa.
Grafik performa pemain asal Argentina itu sedang menanjak. Hal itu dibuktikan dengan kontribusinya dalam proses pembuatan 3 dari 6 gol termutakhir Lazio (2 gol dan 1 assist).
