Kumparan Logo

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Tim Nasional Argentina

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lionel Messi mengambil waktu sejenak setelah gagal mencetak gol ke gawang Nashville SC. Foto: Jim Rassol/Imagn Image/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Lionel Messi mengambil waktu sejenak setelah gagal mencetak gol ke gawang Nashville SC. Foto: Jim Rassol/Imagn Image/REUTERS

Lionel Messi mengakhiri karier legendarisnya bersama tim nasional Argentina dalam laga perpisahan emosional di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Selasa malam waktu setempat. Penyerang legendaris berusia 39 tahun tersebut memainkan pertandingan terakhirnya untuk negara asalnya di hadapan puluhan ribu pendukung yang memenuhi stadion. Seperti dikutip dari laporan FIFA, momen perpisahan ini diwarnai air mata haru dari sang kapten saat lagu kebangsaan berkumandang sebelum pertandingan dimulai.

Atmosfer emosional langsung terasa di seluruh penjuru stadion ketika jersey raksasa bernomor punggung sepuluh dengan tulisan terima kasih dibentangkan di tengah lapangan. Messi menyempatkan diri untuk memeluk seluruh rekan satu timnya sebelum peluit pertama berbunyi demi menandai akhir dari era keemasannya. Kehadiran keluarga tercinta di lapangan semakin menambah kekhidmatan malam perpisahan yang sangat bersejarah bagi sepak bola dunia tersebut.

Tangisan dan Laga Terakhir Sang Megabintang

Sang kapten tampil mengenakan seragam Albiceleste untuk terakhir kalinya dengan penuh perjuangan dan tekad besar untuk meraih kemenangan atas Benin. Pertandingan bahkan sempat dihentikan pada menit kesepuluh untuk memberikan penghormatan khusus yang diiringi oleh pertunjukan kembang api meriah. Meskipun suasana stadion dipenuhi gemuruh sorak-sorai penonton, Messi tetap fokus memberikan performa terbaiknya di lapangan hijau.

Keputusan pensiun dari panggung internasional ini sebenarnya telah diumumkan oleh bintang Inter Miami tersebut pada akhir Agustus lalu melalui media sosial miliknya. Messi mengungkapkan perasaan hampa yang mendalam serta kepergian mendiang ayahnya sebagai alasan utama di balik keputusan gantung sepatu ini. Pelatih Lionel Scaloni pun menurunkan formasi terbaik yang membawa tim ini meraih kejayaan global demi menghormati sang legenda.

Kontribusi Magis di Lapangan Hijau

Meskipun emosi menyelimuti malam itu, Messi tetap menunjukkan kelasnya sebagai salah satu seniman sepak bola terbaik sepanjang sejarah dengan mencetak gol melalui titik penalti. Kolaborasi ciamik di babak kedua tercipta saat umpan matang dari sepak pojok sang kapten berhasil diselesaikan dengan sundulan terarah oleh Nicolas Otamendi. Laga perpisahan ini juga menjadi momen terakhir bagi Otamendi yang turut menyatakan pensiun dari tim nasional.

Keindahan permainan malam itu berlanjut ketika pemain berjuluk La Pulga tersebut memberikan assist manis untuk gol indah Nico Paz dari luar kotak penalti. Kerja sama apik ini seolah menunjukkan estafet kepemimpinan sepak bola Argentina kepada generasi muda yang siap melanjutkan kejayaan mereka. Penonton disuguhi sisa-sisa keajaiban kaki kiri magis Messi yang telah mendominasi dunia sepak bola selama dua dekade terakhir.

Pesan Emosional untuk Pendukung Argentina

Setelah pertandingan usai, Messi menyampaikan pidato emosional yang menyentuh hati seluruh pencinta sepak bola mengenai betapa beratnya berpisah dengan seragam tim nasional. Sang kapten menegaskan bahwa tidak ada satu pun atlet yang bisa mengalahkan berjalannya waktu meskipun dirinya sangat mencintai tim ini. Melalui pernyataan resminya, ia mengungkapkan kesedihan mendalam karena harus menyudahi masa baktinya yang sangat indah bersama negaranya.

“Tidak lagi mengenakan seragam ini akan terasa sangat menyakitkan. Saya bersumpah akan memberikan apa saja untuk bisa bermain bagi Argentina sepanjang sisa hidup saya. Ini adalah hal terindah yang pernah ada,” tutur Messi dengan penuh keharuan. Legenda hidup ini menutup pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh suporter setia di seluruh penjuru negeri yang selalu menemani perjuangannya.

Messi resmi mengakhiri perjalanannya di panggung internasional dengan catatan luar biasa sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina lewat koleksi 126 gol. Catatan prestasinya mencakup trofi Copa America 2021 dan 2024, Finalissima 2022, serta puncaknya saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Kepergian sang maestro meninggalkan warisan emas yang akan selalu dikenang oleh publik sepak bola dunia selamanya.