Liverpool Harus Di-reset ke Setelan Pabrik Usai Dihajar Napoli 1-4
·waktu baca 2 menit

Liverpool dihajar Napoli dengan skor 1-4 dalam laga perdana Grup A Liga Champions 2022/23 di Stadio Diego Armando Maradona, Italia, pada Kamis (8/9) dini hari WIB. Andrew Robertson mengatakan bahwa The Reds harus kembali pada jati diri permainan mereka alias 'di-reset' ke 'setelan pabrik'.
Gol Napoli dicetak oleh Piotr Zielinski di menit 5 & 47, Zambo Anguissa di menit 31, dan Giovanni Simeone di menit 45. Tuan rumah bisa saja mencetak 5 gol andai tendangan penalti Victor Osimhen di babak pertama tidak gagal. Sementara itu, gol Liverpool dicetak oleh Luis Diaz di menit 49.
Liverpool memang tidak bermain seperti biasanya di laga ini. Tim asal Merseyside itu normalnya bermain kompak, rapat, dan memberi tekanan yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Namun di laga ini, mereka justru banyak memberi celah bagi Napoli untuk menyerang.
"Kami terlalu terbuka. Anda tidak bisa datang ke tempat seperti ini [markas Napoli yang dipenuhi suporter] dan bermain tidak kompak. Mereka [Napoli] tim yang jauh lebih baik," kata Robertson kepada BT Sport.
“Mereka terlalu sering memiliki ruang untuk berlari ke arah kami dan menyebabkan masalah bagi kami. Anda main tandang di Liga Champions dan Anda tidak bisa terbuka lebar seperti itu. Kami harus kembali ke dasar dan kompak," tambah bek Skotlandia tersebut.
Permainan buruk Liverpool juga diakui Juergen Klopp. Ia juga mengisyaratkan agar timnya kembali menemukan jati diri.
"Sepertinya kami harus menemukan kembali diri kami sendiri. Ada banyak hal yang kurang, bagian yang menyenangkan adalah kami harus melakukannya di tengah musim Liga Inggris dan Liga Champions," ucap pelatih asal Jerman itu.
Secara statistik, WhoScored mencatat bahwa Napoli bisa membuat total 18 tembakan, yang 9 di antaranya akurat (termasuk 4 gol yang dicetak). Liverpool bisa melepas total 15 tembakan, yang 7 di antaranya akurat (termasuk 1 gol) tetapi Alex Meret tampil oke di bawah mistar.
“Kami pantas mendapatkan hasil ini. Cara kami bermain terbuka lebar, mereka menemukan begitu banyak ruang. Rasanya seperti mereka memiliki pemain tambahan," ujar Robertson.
“Anda harus siap bertarung. Pemosisian diri kami tidak cukup rapat. Kami harus bangkit dengan cepat karena kami tidak bisa tampil seperti itu," tandasnya.
