Kumparan Logo

Liverpool Ulangi Prestasi Manchester United 10 Tahun Silam

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Liverpool menyapa suporter di stadion usai melawan Barcelona. Foto: Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Liverpool menyapa suporter di stadion usai melawan Barcelona. Foto: Reuters/Carl Recine

Tidak ada yang menyangka. Bahkan Juergen Klopp pun tidak. Sebelum pertandingan, jika Anda bilang kepada pelatih Liverpool itu bahwa timnya bisa memutarbalikkan keadaan, barangkali dia cuma tersenyum.

Well, Klopp memang tetap menjaga optimismenya. Namun, ia tidak membiarkan optimisme itu membuatnya alpa menjejak tanah. Pria asal Jerman itu masih bisa menguasai dirinya dan oleh karena itu, ia bisa memberikan motivasi dalam takaran yang pas kepada anak-anak buahnya.

"Bagaimana kami bisa yakin sebelum bertanding?" ucap Klopp seperti dilansir Reuters. "Tapi saya juga bilang kepada anak-anak: Semua ini mungkin-mungkin saja karena kalian punya kemampuan. Dan kami yakin, kami masih punya kesempatan," lanjutnya.

Ya, sekalipun realistis bahwa membalikkan keadaan adalah misi yang sulit, Klopp tetap meyakinkan timnya bahwa sekecil apa pun peluang itu, ia masih ada.

Dan begitulah yang terjadi. Di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, Liverpool menang 4-0 atas Barcelona pada leg II semifinal Liga Champions. Skor itu membuat kemenangan 3-0 Barcelona, yang mereka raih di Camp Nou pekan lalu, menjadi tak berarti. Liverpool ke final dengan agregat 4-3.

embed from external kumparan

Pada final yang akan berlangsung pada 1 Juni mendatang, The Reds akan menghadapi pemenang dari duel Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur. Kedua kesebelasan ini baru akan melakoni leg II pada Kamis (9/5) dini hari WIB --sejauh ini, Ajax unggul agregat 1-0.

Dengan keberhasilan menjejak final, Liverpool mengulangi pencapaian Manchester United --rival abadi mereka yang kini tengah terseok-seok-- 10 tahun silam. Sebelum Liverpool, United adalah tim Inggris terakhir yang lolos ke final Liga Champions pada dua musim berurutan. Mereka melakukannya pada musim 2007/08 dan 2008/09.

Menariknya, jalan cerita United sedekade silam juga melibatkan Barcelona. Pada 2007/08, misalnya, mereka lolos ke final Liga Champions setelah menyingkirkan El Barca. Lalu, semusim berselang, mereka gantian takluk di tangan Barcelona pada partai puncak.

Liverpool sendiri gagal meraih trofi Liga Champions pada 2017/18 setelah takluk 1-3 di tangan Real Madrid. Kini garis nasib menggariskan sesuatu yang aneh kepada mereka: Di kota Madrid, pada awal Juni mendatang, Liverpool akan mempertaruhkan diri sekali lagi untuk meraih trofi 'Si Kuping Besar'.