Kumparan Logo

Luke Shaw: Ruang Ganti Man United Toxic, Tidak Sehat

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Luke Shaw berduel dengan Lewis Cook saat Manchester United bertamu ke markas Bournemouth di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris, dalam lanjutan Liga Inggris 2022/23 pada Sabtu (20/5). Foto: David Klein/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Luke Shaw berduel dengan Lewis Cook saat Manchester United bertamu ke markas Bournemouth di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris, dalam lanjutan Liga Inggris 2022/23 pada Sabtu (20/5). Foto: David Klein/Reuters

Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, mengutarakan situasi ruang ganti Manchester United toxic dan tidak sehat selama bertahun-tahun. Shaw berbicara jujur mengenai pengalamannya selama satu dekade berseragam Setan Merah.

"Sering kali saya berada di sini selama beberapa tahun terakhir, tanggapannya sangat negatif," ujar Shaw dikutip Reuters.

Menurut Shaw, lingkungan yang kurang sehat dapat berdampak besar terhadap performa individu maupun tim.

"Lingkungannya bisa sangat beracun, sama sekali tidak sehat. Kita butuh lingkungan yang sehat, positif, berenergi positif, dan bahagia. Ketika semua itu ada, kita merasa bebas dan lebih bisa mengekspresikan diri," jelasnya.

Ruben Amorim langsung menunjukkan pendekatan tegas sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada November lalu. Dalam upaya membangkitkan kembali performa tim yang tengah terpuruk, Amorim menuntut komitmen penuh dari seluruh pemain di skuad utama.

Bek asal Inggris itu juga menyatakan dukungan penuh terhadap pendekatan tegas yang diterapkan pelatih Ruben Amorim dalam upaya membenahi mentalitas skuad Manchester United.

“Ruben menuntut banyak hal. Mentalitas itu penting. Dia sering membicarakannya, dia menuntut 100% dan tidak menginginkan kurang dari itu. Kalau seseorang bermain 85-90%, itu tidak cukup,” ujar Shaw.

Luke Shaw (kiri) berduel dengan Jules Kounde dalam pertandingan playoff Liga Europa 2022/23 antara Manchester united kontra Barcelona di Stadion Old Trafford, Jumat (24/2). Foto: Carl Recine/Reuters

Shaw mengungkapkan bahwa pelatih asal Portugal itu tak segan menyingkirkan pemain, tak peduli seberapa besar nama mereka. Amorim bahkan dikabarkan lebih memilih memainkan pelatih penjaga gawang daripada memberikan tempat kepada pemain yang tampil setengah hati di lapangan.

Ketegasan itu terlihat jelas saat Amorim mempertanyakan etos kerja Marcus Rashford, yang kini telah bergabung ke Barcelona dengan status pinjaman. Sementara itu, Alejandro Garnacho dikabarkan menjadi incaran Chelsea dan Aston Villa, di tengah spekulasi hengkang dari Old Trafford.

"Manajer tidak peduli. Dia tidak peduli siapa pemainnya. Memang seharusnya begitu. Apa pun yang dia inginkan, sebagai pemain, kami harus mewujudkannya, dan kami sepenuhnya mendukung itu," tegas Shaw.

Reporter: Kevin Siadari