M Ridhuan Terawang Kans Juara Timnas Indonesia di Piala AFF
ยทwaktu baca 4 menit

Menjadi hajatan sepak bola antarnegara Asia Tenggara, Piala AFF sarat akan gengsi di setiap edisinya. Gegap gempita gelaran ini turut menggelora di negara yang pertama kali menjadi tuan rumah--sejak masih bernama Piala Tiger--pada 1996, yakni Singapura.
Tinta emas Singapura di ajang ini tak sebatas mengukir sejarah sebagai tuan rumah pertama. 'Negeri Singa' juga punya prestasi mentereng dengan raihan 4 gelar Piala AFF atau kedua terbanyak setelah Thailand yang hanya unggul 1 gelar.
The Lions menancapkan tonggak sejarah di era transisi Piala Tiger ke Piala AFF. Mereka menjadi juara di edisi terakhir Piala Tiger pada 2004 dan mempertahankan status sebagai yang terkuat di Asia Tenggara pada Piala AFF 2007.
Berbicara soal komposisi skuad Singapura, mereka dikomandoi oleh Radojko Avramovic sejak 2003. Di antara sekian banyak nama pilihan pelatih asal Serbia saat itu, ada empat pemain muda potensial yang menyita perhatian.
Salah satunya Muhammad Ridhuan. Avramovic memberi eks penggawa Arema itu debut di tim senior sejak umur 19 tahun.
Pemain kelahiran 6 Mei 1984 ini dikenal sebagai bagian dari NFA Gang of Four. NFA adalah akademi terkenal di Singapura. Ridhuan menjadi salah satu jebolannya bersama Shahril Ishak, Baihakki Khaizan, dan Hassan Sunny.
Bersama tiga nama tadi, Ridhuan pun dipercaya menjadi bagian dari skuad The Lions dalam gelaran Piala AFF 2004. Meski masih berusia 20 tahun, ia berhasil mengantarkan Singapura menjadi kampiun usai menumbangkan Indonesia dengan agregat 5-2 di babak final.
Auman The Lions juga menggelegar di edisi 2007. Ridhuan sukses mengantarkan Singapura mempertahankan gelar juara mereka usai menang agregat 3-2 dari Thailand di babak final Piala AFF 2007.
Keberhasilan Ridhuan di edisi 2004 dan 2007 membawanya menjadi pilihan utama Singapura untuk mentas di dua edisi setelahnya (2008 dan 2010). Sayang, auman The Lions tak seseram sebelumnya.
Ridhuan dan kolega gagal berbicara banyak usai keok dengan agregat 0-1 dari Vietnam di semifinal Piala AFF 2008 dan gagal lolos dari babak grup pada 2010.
Sejak saat itu, dirinya sudah tak pernah membela Timnas Singapura. Terlebih, usia Ridhuan kini sudah menginjak 37 tahun. Catatan manisnya bersama The Lions adalah 67 caps dengan koleksi 3 gol.
Saat berbicara soal gelaran Piala AFF 2020 yang kini digelar di Singapura, eks pemain yang pernah membawa Arema juara Indonesia Super League (ISL) itu mengaku tak sabar melihat geliat bintang-bintang baru.
"Jujur saya sudah lama enggak mengikuti perkembangan sepak bola antar tim nasional, apalagi karena pandemi yang masih ada saat ini. Tetapi, saya tidak sabar menyaksikan bagaimana negara-negara di luar mempersiapkan tim untuk Piala AFF tahun ini," tutur Ridhuan saat berbincang dengan kumparan.
"Warga Singapura semua menunggu kedatangan timnas-timnas dari seluruh Asia Tenggara dan tidak sabar menyaksikan negara dan individu yang bakal menonjol," tambahnya.
Winger yang pensiun pada 2018 itu turut buka suara soal peluang juara Timnas Indonesia di edisi kali ini. Ia bahkan percaya bahwa anak asuh Shin Tae-yong akan meraih prestasi.
"Saya mengikuti sedikit soal perkembangan Timnas Indonesia, tetapi masih sulit untuk menilainya hingga saat ini. Apa yang saya yakin adalah, para pemain yang dipersiapkan pasti bakal membawa Timnas Indonesia ke puncak prestasi," prediksi Ridhuan.
Meski tak secara spesifik memberikan prediksi soal kans juara Timnas Indonesia di edisi kali ini, keyakinan Ridhuan akan materi pemain yang dibawa oleh Shin Tae-yong untuk mentas di Piala AFF 2020 ini setidaknya sudah tergambar dalam dua laga awal Grup B.
Skuad 'Garuda' sukses membuka dua laga awal dengan kemenangan. Evan Dimas dan kolega membungkam Kamboja 4-2 pada laga perdana dan menggilas Laos 5-1 setelahnya. Mereka kini duduk di puncak klasemen Grup B usai unggul selisih gol dari Vietnam yang sama-sama mengantongi 6 poin dari 2 laga.
Di sisi lain, Singapura yang berada di Grup A juga sukses menyapu dua laga awal dengan kemenangan. Mereka kini berhasil melaju ke babak semifinal bersama Thailand.
