Maruarar Sirait Masuk Bursa Petinggi PT LIB: Profesional, tapi Dia Orang Partai

20 Mei 2020 21:17 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama PT LIB, Cucu Sumantri, ketika memberikan sambutan dalam acara Workshop Kompetisi 2020. Foto: Dok. Media LIB
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT LIB, Cucu Sumantri, ketika memberikan sambutan dalam acara Workshop Kompetisi 2020. Foto: Dok. Media LIB
ADVERTISEMENT
Empat petinggi PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengundurkan diri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
ADVERTISEMENT
Cucu Sumantri meninggalkan kursi Direktur Utama. Sonhadji, Hasani Abdulgani, dan Hakim Putratama menyusul melepaskan jabatan komisaris.
Beberapa nama kemudian muncul ke permukaan sebagai kandidat pengganti. Persipura mengembuskan Maruarar Sirait, Tommy Welly, dan Tigorshalom Boboy.
Gede Widiade, Presiden Persiba Balikpapan, menyambut positif isu yang diapungkan Mutiara Hitam. Khusus Maruarar, mantan Direktur Utama Persija tersebut mendukung sang politisi menduduki kursi petinggi PT LIB.
“Saya dekat sekali dengan Maruarar Sirait. Kami berhubungan sebelum di sepak bola. Profesionalisme dia sudah tak diragukan. Orangnya terbuka dan selalu ingin belajar. Dia sering bertanya kepada orang yang berpengalaman. Jadi, dia tak asal jalan,” ujar Gede pada Rabu (20/5/2020).
Ucapan Gede tak salah. Publik bisa melihat bagaimana pergelaran Piala Presiden sebanyak empat edisi terakhir berjalan sukses.
ADVERTISEMENT
SC Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Hanya, Gede mengingatkan sisi lain yang membuat Ara—sapaan Maruarar—tak bisa masuk ke PT LIB. Kendalanya ada di baju partai.
“Dia sudah punya bukti Piala Presiden. Kendalanya cuma satu, dia orang partai. Bagi saya tidak ada kendala. Namun, partai ini yang kemungkinan menjadi masalah. Terlepas dari itu, yang penting orang yang ditunjuk nanti bukan dari federasi, harus orang profesional,” kata Gede.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.