Masih Berurusan dengan Pengadilan, Ryan Giggs Pilih Mundur dari Timnas Wales

21 Juni 2022 11:37
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pelatih Timnas Wales Ryan Giggs. Foto: GEOFF CADDICK / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Timnas Wales Ryan Giggs. Foto: GEOFF CADDICK / AFP
ADVERTISEMENT
Ryan Giggs resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Wales. Legenda Manchester United (MU) itu rela mencopot jabatannya karena tak ingin mengganggu persiapan Wales jelang berlaga di Piala Dunia 2022 Qatar.
ADVERTISEMENT
Diwartakan Goal International, Giggs memang tengah disibukkan dengan peradilan yang tengah ia jalani. Giggs dituduh melakukan kekerasan terhadap mantan kekasihnya, Kate Greville.
Sehingga, tatkala perhelatan Piala Dunia 2022 semakin dekat, Giggs akhirnya benar-benar melepas jabatannya sebagai pelatih kepala. Giggs tak ingin anak asuhnya terlantar akibat fokusnya terbagi.
Ryan Giggs membela Man United pada musim 2003/04. Sebelumnya dia sempat dirumorkan pindah ke Inter Milan. Foto: AFP/Paul Barker
zoom-in-whitePerbesar
Ryan Giggs membela Man United pada musim 2003/04. Sebelumnya dia sempat dirumorkan pindah ke Inter Milan. Foto: AFP/Paul Barker
"Setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya saya sebagai manajer Timnas Wales," kata Giggs.
"Saya merasa terhormat karena telah dipercaya menukangi Timnas Wales. Namun, alangkah lebih baik jika FA Wales, staf kepelatihan, dan para pemain bisa mempersiapkan diri di ajang Piala Dunia 2022 dengan pasti dan tanpa terganggu perihal siapa sebenarnya pelatih kepala mereka," lanjutnya.
Pelatih Timnas Wales Ryan Giggs. Foto: Paul ELLIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Timnas Wales Ryan Giggs. Foto: Paul ELLIS / AFP
Giggs memang sempat melepas jabatannya sebagai pelatih kepala Wales secara temporer sejak November 2020. Giggs saat itu melepas tanggung jawabnya karena ingin menyelesaikan perkara yang menyeret dirinya dengan cepat.
ADVERTISEMENT
Sehingga, tak pelak posisinya digantikan oleh sang asisten untuk sementara waktu. Adalah Robert Page yang menjadi suksesor Giggs selama dua tahun terakhir.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Untungnya, Robert mampu meneruskan tren positif yang ditorehkan Giggs kala memimpin Wales berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. The Dragons dapat melenggang ke putaran final usai mengalahkan Ukraina 1-0 di final play-off.
Ryan Giggs memberi selamat kepada David Beckham yang sukses mencetak gol ke gawang Fulham. Foto: AFP/Odd Andersen
zoom-in-whitePerbesar
Ryan Giggs memberi selamat kepada David Beckham yang sukses mencetak gol ke gawang Fulham. Foto: AFP/Odd Andersen
"Saya beruntung telah menikmati banyak momen indah bersama Wales. Benar-benar tiga tahun yang tak akan terlupakan," ungkap pria berusia 48 tahun itu.
"Saya juga bangga dengan beberapa rekor yang saya buat bersama Wales. Jadi, ketika saya memutuskan pergi dari tim ini, saya benar-benar sedih. Tapi, saya percaya bahwa Wales dapat berbicara banyak di Piala Dunia 2022 nanti dan dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat," tambah Giggs.
Ryan Giggs dalam konferensi pers jelang laga Wales vs Trinidad-Tobago. Foto: Reuters/Andrew Boyers
zoom-in-whitePerbesar
Ryan Giggs dalam konferensi pers jelang laga Wales vs Trinidad-Tobago. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Di lain sisi, Giggs turut mengungkap alasan lain perihal keputusannya untuk mundur sebagai pelatih kepala Wales. Ia mengatakan diundurnya peradilan terkait kasus yang menimpa dirinya turut menjadi salah satu faktor utama.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, sidang di Pengadilan Manchester Crown Court seharusnya sudah digelar pada Januari lalu. Namun, entah mengapa, sidang diundur hingga Agustus nanti.
"Seperti yang sudah saya bicarakan sebelumnya, saya tidak bersalah atas kasus kekerasan yang dituduhkan. Jadi, saya berharap kasus tersebut dapat digelar lebih awal. Namun, nyatanya kasus tersebut malah tertunda," beber Giggs.
"Karena tak ada yang bisa disalahkan atas tertundanya persidangan yang akan saya jalani, maka lebih baik saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala secara penuh. Saya tidak ingin persiapan tim jelang Piala Dunia 2022 terganggu," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020