Kumparan Logo

Mat Baker Merasa Spesial Main di Sumut: Tempat Asal Keluarga Ibu Saya

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mat Baker pemain Timnas Indonesia U-17 menggiring bola saat melawan Korea Selatan U-17 dalam pertandingan Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, Jumat (4/4/2025).  Foto: Dok. PSSI
zoom-in-whitePerbesar
Mat Baker pemain Timnas Indonesia U-17 menggiring bola saat melawan Korea Selatan U-17 dalam pertandingan Grup C Piala Asia U-17 2025 di Arab Saudi, Jumat (4/4/2025). Foto: Dok. PSSI

Timnas U-17 Indonesia telah menuntaskan turnamen pramusim Piala Kemerdekaan 2025 yang digelar di Stadion Utama Sumut, Deli Serdang, selama 12-18 Agustus. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mat Baker.

Secara garis keturunan, Mat Baker memiliki ibu orang Indonesia asal Jakarta tetapi berdarah Batak dengan marga Sitorus, sedangkan ayahnya orang Australia. Jadi, bermain di Sumut membuat Baker bisa lebih dekat dengan keluarga sang ibu.

"Tiga pertandingan terakhir ini luar biasa, jujur saja. Keluarga ibu saya berasal dari Medan dan luar biasa bisa merasakan dukungan ini di tempat asal keluarga saya. Jadi rasanya seperti berada dalam circle yang utuh, kembali lagi, kembali ke sini," terang Mat Baker usai laga.

"Ibu saya di tribune menonton. Jadi, saya sangat bangga telah memainkan pertandingan ini di hadapan semua penggemar dan terima kasih atas dukungan Anda dan teruslah mendukung kami di Piala Dunia," sambungnya.

Mat Baker (tengah) saat bersama skuad Timnas U-17 Indonesia di Stadion Utama Sumatera Utara. Foto: PSSI

Di Piala Kemerdekaan ini, Timnas U-17 finis di posisi kedua di bawah Mali yang menjadi juara. Dalam tiga laga, Timnas U-17 pertama seri 2-2 dengan Tajikistan, lalu mengalahkan Uzbekistan 2-0. Adapun saat melawan Mali pada Selasa (18/8), Mat Baker cs kalah tipis 1-2.

Piala Kemerdekaan merupakan ajang persiapan Timnas U-17 jelang bersaing di Piala Dunia U-17 2025. Turnamen itu akan digelar pada November mendatang di Qatar. Pasukan Nova Arianto berada di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia.

Pada edisi 2023, Timnas U-17 kurang beruntung. Tim yang kala itu masih dilatih Bima Sakti gagal lolos ke fase gugur.