Kumparan Logo

Mauricio Souza usai Persija Ditekuk Bhayangkara FC: Kalau 11 vs 11 Hasilnya Beda

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menjawab pertanyaan wartawan dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Malut United dalam pertandingan BRI Super League musim 2025/2026 di Jakarta Internasional Stadium, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Foto: Dok. Persija
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menjawab pertanyaan wartawan dalam sesi konferensi pers jelang laga melawan Malut United dalam pertandingan BRI Super League musim 2025/2026 di Jakarta Internasional Stadium, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Foto: Dok. Persija

Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyebut kartu merah Jordi Amat jadi faktor utama kekalahan timnya dari Bhayangkara FC. Lantaran, itu membuat strategi dan taktik yang dipersiapkannya tak berjalan dengan semestinya.

Persija kalah 3-2 saat bertandang melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (5/4) sore WIB. Jordi Amat dikartu merah wasit pada awal babak kedua usai dianggap lakukan gerakan tambahan saat kontak dengan pemain Bhayangkara FC, TM Ichsan.

Mauricio Souza sesalkan tindakan Jordi Amat yang kena kartu merah akibat terpancing dengan provokasi lawan. Sebab, hal itu membuat strateginya jadi buyar seketika. Kartu merah itu jadi faktor utama kekalahan Persija dari Bhayangkara.

"Bermain dengan kurang satu pemain adalah kerugian yang besar. Saya tidak ragu jika punya 11 pemain di lapangan pastinya hasil akan jadi berbeda. Kita punya strategi untuk menyerang ruang kosong lawan, tapi kita hanya sempat melakukannya 10-15 menit," tegas Maurico Souza usai laga.

Pesepak bola Persija Jakarta Jordi Amat Maas melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC saat pertandingan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

"Saya menuntut pemain untuk lebih baik lagi secara individu. Strategi yang bagus tidak akan berjalan jika performa teknis individu pemain buruk. Bermain dengan kurang satu pemain sejak awal babak kedua, itu sangat berat," tutup pelatih asal Brasil itu.

Kekalahan dari Bhayangkara FC makin memperpanjang catatan buruk Persija di putaran kedua Super League. Di mana, 'Macan Kemayoran' belum sekali pun raih kemenangan dalam tiga laga terakhirnya.

Kendati begitu, Persija masih punya kans besar dalam persaingan juara Super League musim ini. Persija kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Super League dengan raihan 52 poin. Terpaut sembilan poin dari Persib yang kini duduk di puncak klasemen.

Selanjutnya, Persija akan menjamu Persebaya dalam pekan lanjutan Super League di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (11/4) malam WIB.