Membandingkan Sergio Ramos dan Gerard Pique Jelang El Clasico

Kedua pemain ini adalah sosok penting buat lini belakang masing-masing kesebelasan. Selain itu, keduanya juga sosok yang bertolak belakang.
Sergio Ramos dan Gerard Pique. Anda bisa melihat keduanya sebagai rekan yang solid dan karang yang kokoh ketika sama-sama berseragam Tim Nasional Spanyol.
Namun, copot jersey warna merah khas Spanyol itu, dan Anda akan melihat dua pria dewasa yang bisa saling lempar sindiran, kritik, hingga saling tunjuk —tapi dari jauh.
Beberapa tahun lalu, pada sebuah laga El Clasico di Camp Nou, Ramos mendapatkan kartu merah setelah menyepak kaki Lionel Messi dengan keras. Tapi, kejadian yang lebih panas terjadi setelahnya.
Dalam emosi yang membumbung dan sorot mata yang menyiratkan sedikit rasa frustrasi, Ramos mendorong dua rekannya di Timnas Spanyol: pertama Carles Puyol, kedua Xavi Hernandez. Namun, lawan sesungguhnya buat Ramos dalam ketegangan itu adalah Pique.
Pique-lah yang pertama kali menghardik Ramos sesaat setelah bek Real Madrid itu mendorong Puyol di wajah. Keduanya kemudian dilerai, tetapi Pique tak berhenti berteriak kepada Ramos.
Dari jarak beberapa meter, Ramos melempar sorot mata tajam kepada Pique lalu membuat gestur menunjuk-nunjuk ke arah luar lapangan. Waktu itu, Ramos seolah-olah berkata, “Kutunggu kau di luar, kita selesaikan nanti.”
***
Bertahun-tahun lewat, Ramos dan Pique kini telah menjelma menjadi sosok senior di klub masing-masing. Ramos malah sudah jadi kapten kesebelasan.
Berbeda dengan Ramos yang beringas dan dengan mudahnya membuat tekel kasar di masa lalu, Ramos dengan ban kapten di lengan adalah Ramos yang lebih bijak. Ramos bukan lagi pesakitan pemarah. Malah, seringkali ia jadi pahlawan lewat golnya di menit-menit akhir.
Pique? Kendati tidak menjabat sebagai wakil kapten atau kapten ketiga sekalipun, dia adalah sosok penting untuk Barcelona. Jika merasa El Barca dizalimi, ia adalah orang yang paling lantang bersuara —biasanya lewat Twitter.
Yang teranyar adalah ketika ia “mengomentari” kemenangan Madrid atas Bayern Muenchen di leg II perempat finala Liga Champions. Kemenangan 3-1 Madrid pada laga itu diwarnai oleh dua gol offside Cristiano Ronaldo dan kartu merah Arturo Vidal.
Karena jempolnya gatal (atau memang senang saja mengkritik Madrid) Pique menulis: “…….”
Seolah-olah dia sudah kehabisan kata-kata untuk mengomentari kontroversi di sekeliling Madrid. Lalu, jawaban Ramos?
“Saya tidak terkejut. Coba suruh dia putar ulang pertandingan (Barcelona) melawan PSG dan tanya apa pendapatnya soal wasit.”
Sindiran dibalas sindiran.
***
Senin (24/3/2017) dini hari WIB, Ramos dan Pique akan berhadapan. Barca dan Madrid akan bertanding di hadapan puluhan ribu orang yang memenuhi Santiago Bernabeu.
Tentu saja, kami tidak berharap laga kali ini berakhir dengan panas seperti cerita beberapa tahun silam yang kami singgung di atas, namun kemungkinan laga ini menjadi sengit tetap ada. Meski begitu, daripada membahas soal ribut-ributnya, bagaimana jika melihat performa Ramos dan Pique dari segi statistik?

Ramos, 31 tahun, sudah bermain 22 kali (dengan total menit bermain 1.962) di La Liga musim ini. Salah satu statistiknya yang paling menonjol musim ini adalah jumlah golnya: 7. Catatan tersebut membuatnya menyamai jumlah gol Gareth Bale di La Liga musim ini dan hanya berselisih dua dari Karim Benzema (9).
Sebagai bek tengah, Ramos juga cukup rajin mengkreasikan peluang untuk rekan-rekannya. Umpan silangnya kepada Ronaldo —yang kemudian berujung jadi gol— pada laga melawan Bayern tengah pekan ini menjadi bukti bahwa ia tidak sekadar bisa bertahan saja. Total, sudah 6 peluang dikreasikan Ramos di La Liga musim ini.
Ramos juga cukup bisa diandalkan untuk membangun serangan dari belakang atau melepas umpan langsung dari area pertahanan timnya sendiri. Akurasi operannya di La Liga mencapai 89%. Di Madrid, catatannya itu hanya kalah dari gelandang-gelandang semodel Toni Kroos, Mateo Kovacic, dan Isco.
Kendatipun membuat 1 defensive error musim ini, Ramos terbilang rajin melakukan defensive action. Menurut catatan Squawka, Ramos rata-rata membuat 7 defensive action (entah itu blok sukses, clearance ataupun intersep) per laga. Inilah yang membuat perannya di lini belakang sulit untuk digantikan.

Bagaimana dengan Pique? Bek berusia 30 tahun ini, sudah bermain 21 kali di La Liga musim ini dengan menit bermain sebanyak 1.833. Tidak seperti Ramos, Pique memang bukan bek yang subur. Baru 2 gol dicetaknya musim ini. Namun, sudahlah… Ukuran utama seorang bek memang bukan dari jumlah golnya.
Meski begitu, Pique patut dipuji karena belum sekalipun melakukan defensive error musim ini. Dan mengingat statusnya sebagai salah satu ball-playing defender terbaik di Eropa, akurasi operan yang mencapai 89% semestinya juga tidak terlalu mengherankan.
Rata-rata defensive action Pique per laga juga tidak buruk: 6 defensive action per pertandingan. Meski begitu, Ramos terlihat lebih jeli dalam membaca pergerakan bola lawan karena secara total ia sudah melakukan 52 intersep sepanjang musim ini. Pique? Ia lebih sering melakukan clearance dan angka intersep-nya baru mencapai 27.
Jadi, siapa bakal tampil lebih baik akhir pekan ini? Kita lihat saja.
