Kumparan Logo

Memori Klopp di San Paolo: Diusir Wasit dan Kalah dari Tuan Rumah

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Klopp di sesi konferensi pers Liga Champions. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)
zoom-in-whitePerbesar
Klopp di sesi konferensi pers Liga Champions. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)

Rabu 18 September 2013 menjadi hari yang tak dilupakan oleh Juergen Klopp. Saat itu, untuk pertama kalinya pelatih asal Jerman datang ke San Paolo, markas Napoli.

Klopp masih menangani Borussia Dortmund kala itu dan menghadapi Napoli jadi matchday perdana di ajang Liga Champions di musim 2013/14. Semua berjalan baik awalnya, tim terbaik dimainkan oleh Klopp untuk menghadapi tuan rumah Napoli.

Oleh Klopp, Robert Lewandowski dipasang menjadi penyerang tunggal. Ia ditopang Henrikh Mkhitaryan, Marco Reus, dan Jakub Blaszczykowski di lini tengah.

Hal yang sama dilakukan oleh Rafa Benitez di kubu Napoli. Gonzalo Higuain menjadi tumpuan lini depan Napoli. Lalu, Marek Hamsik dan Lorenzo Insigne menjadi pelayan Higuain.

Petaka bagi Klopp terjadi pada menit ke-29. Gonzalo Higuain berhasil mencetak gol ke gawang Roman Weldenfeller usai memanfaatkan umpan Lorenzo Insigne.

Nah, gol dari Higuain ini membuat Klopp geram. Sesudah gol tercipta Klopp memaki-maki ofisial keempat. Alasannya, ofisial keempat tak cepat memberikan izin kepada Neven Subotic yang habis mendapat perawatan untuk masuk ke lapangan.

Ketika sepak pojok ditendang, Subotic baru diizinkan masuk lapangan. Pemain asal Kroasia itu langsung berlari ke depan gawang Dortmund. Namun, dirinya terlambat karena Higuain sudah bebas dan bisa menanduk bola.

Imbas memaki-maki wasit cadangan itu, Klopp diusir keluar lapangan. Keluarnya Klopp memberi dampak kepada permainan dari Dortmund.

Jelang babak pertama usai, giliran penjaga gawang sekaligus kapten Dortmund, Roman Weldenfeller, yang diusir wasit. Dortmund pun harus bermain dengan 10 orang ditambah tak ditemani oleh sang pelatih di pinggir lapangan.

Alhasil, Dortmund harus kalah dengan skor 1-2. Nah, memori buruk ini kembali diingat oleh Klopp. Manajer berusia 51 tahun yang sekarang menangani Liverpool akan kembali ke San Paolo markas Napoli.

"Saya pernah bertanding di San Paolo, jujur, itu bukan pertandingan terbaik saya. Tapi, atmosfer di San Paolo memang sangat baik," ucap Klopp disitat situsweb resmi klub.

"Saya hanya berada satu babak di stadion kala itu. Saya menyaksikan babak kedua dari ruang ganti. Saya mendapat kartu merah malam itu," kenang Klopp lagi.

Suporter Napoli mengibarkan bendera bergambar wajah Maradona di laga melawan Parma. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Napoli mengibarkan bendera bergambar wajah Maradona di laga melawan Parma. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

Memori buruk itu coba dibalas Klopp bersama Liverpool saat ini. Liverpool akan bersua Napoli dalam matchday dua Liga Champions, Kamis (4/10/2018) dini hari WIB. Peluang sangat terbuka mengingat penampilan Liverpool yang sedang bagus-bagusnya.

Pada ajang Premier League, Liverpool belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan yang sudah dijalani. The Reds pun kini berada di posisi dua klasemen dengan 19 angka. Di kompetisi Liga Champions, Liverpool sudah mengemas tiga angka usai di matchday perdana mengalahkan tim kuat Paris Saint-Germain dengan skor 3-2.