Kumparan Logo

Menangkap Kekecewaan Ayah Ezra, Glenn Walian

kumparanBOLAverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Glenn Walian di Crowne Plaza Hotel, Vietnam. Foto: Sandy Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Glenn Walian di Crowne Plaza Hotel, Vietnam. Foto: Sandy Firdaus/kumparan

Ayah mana yang tidak kecewa dan sedih saat melihat anaknya tidak bisa mendapatkan hal yang ia inginkan? Itulah mungkin yang dirasakan Glenn Walian saat ini.

Glenn adalah ayah dari Ezra Walian, penyerang Timnas U-23 Indonesia yang kini membela RKC Waalwijk. Ezra sebenarnya masuk proyeksi Indra Sjafri ke dalam Timnas U-23 yang berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Meski baru bergabung sebentar, Ezra akhirnya mampu jadi bagian dari skuat final berisikan 24 pemain yang dibawa Indra ke Vietnam.

Namun, yang terjadi memang tak selamanya indah. Sudah jauh terbang ke Vietnam, ternyata Ezra malah tidak dibolehkan untuk main. Masalah administrasi, yang berpangkal dari penampilan Ezra untuk Timnas Belanda U-17, membuat surat dari FIFA turun pada 21 Maret 2019. Lewat surat itu, FIFA menyatakan Ezra tidak boleh main untuk Timnas Indonesia.

Hal tersebut sempat membuat Ezra sedih. Tidak hanya Ezra, Glenn juga ikut merasakan kesedihan itu. Glenn memang tidak mengungkapkannya dalam kata, melainkan lewat mimik muka ketika diwawancarai para pewarta di Crowne Plaza Hotel, Kamis (24/3/2019).

embed from external kumparan

“Ezra tidak menangis. Dia itu anak yang baik. Ya, saya juga tidak bisa marah, cuma saya kecewa dengan situasi ini," ujar Glenn.

"Dia (Ezra) selalu bisa memendam permasalahannya di dalam hati. Ezra bukan pemain bermulut besar. Ia juga bukan pemain yang suka aneh-aneh. Timnas Indonesia juga memang penting, tapi masih ada lagi yang lebih penting di dalam hidup. Makanya saya bilang kepada Ezra, jangan bersedih," tambahnya.

Untuk menghibur Ezra, Glenn jauh-jauh datang dari Belanda, meninggalkan bisnisnya di sana. Ia juga sempat mengajak Ezra berdiskusi mengenai situasinya ini di sebuah bar dekat hotel.

Glenn mengungkapkan bahwa Ezra harus menempuh jalan panjang untuk membela Timnas U-23. Ada seleksi, juga ada pemusatan latihan sebelum ia benar-benar berangkat. Di saat klub sudah setuju melepas, Ezra malah tidak dimainkan. Meski begitu, Ezra masih ingin di Vietnam, mendukung rekan satu timnya.

Ezra Walian. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

"Ezra sempat mengatakan kepada pelatih klub (RKC Waalwijk), 'Pelatih, saya tidak bisa main.' Otomatis klub langsung menyuruhnya pulang, tapi Ezra mengatakan bahwa ia harus tinggal di tim. Klub mengizinkan, sehingga klub memberikan izin setidaknya sampai Kamis (28/3). Jumat (30/3) nanti ia sudah bisa main di klub. Dia juga di sini latihan," jelas Glenn.

Sempat beredar kabar bahwa Ezra tidak akan membela Timnas Indonesia. Di sini, dengan raut wajah yang yakin, Glenn mengungkapkan optimismenya, meski masih diselimuti rasa kesal. Glenn menyebut bahwa asalkan administrasi segera diurus PSSI, Ezra bisa membela Timnas Indonesia di masa depan.

"Saya lalu mengontak KNVB, mereka memberikan saya surat, dan surat itu saya berikan pada PSSI. Di surat tersebut, tercantum apa saja yang harus dilakukan supaya Ezra bisa main untuk Indonesia. Intinya, ikuti saja peraturan, dan itu hanya menghabiskan waktu dua sampai tiga bulan. Hanya mengurusi dokumen saja," ujar Glenn.

"Intinya hanya butuh waktu sebentar untuk mengurusnya, cukup ikuti peraturan. Sudah banyak kasus pemain lain yang membela timnas junior di satu negara, lalu dia membela timnas senior negara lain, berdasarkan kewarganegaraannya. Ezra punya kewarganegaraan Indonesia, dan ia masih bisa main. Tapi tetap, harus ikut aturan," tandasnya.