Menanti Sinar Terang Zulfiandi di Piala AFF 2018

Penampilannya tenang. Daya jelajah serta determinasinya juga tinggi. Tak cukup sampai situ, kemampuan olah bolanya juga cukup baik dilengkapi dengan umpan yang lumayan terukur.
Ya, segala macam atribut tersebut tampaknya cukup mendeskripsikan secara umum kemampuan dari Zulfiandi. Nama pemain 23 tahun ini belakangan kembali berkibar di panggung sepak bola nasional. Zulfiandi bahkan menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia U-23 yang bertarung di Asian Games 2018 lalu.
Kini, jebolan Timnas U-19 ini bersiap melakoni debutnya bersama tim senior pada turnamen resmi. Hal itu menyusul nama Zulfiandi masuk ke dalam 23 pemain Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2018.
Di Piala AFF, Timnas Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama juara bertahan Thailand, Singapura, Timor Leste, dan Filipina. Skuat 'Garuda' akan menjalani laga perdana dengan bertandang ke markas Singapura pada Jumat (9/11/2018) mendatang.
Meski kini tongkat pelatih Timnas Indonesia telah berpindah dari Luis Milla ke Bima Sakti, nama Zulfiandi nyatanya tak lekang. Pemain kelahiran Aceh ini bahkan diprediksi bakal menjadi pemain muda yang bersinar di Piala AFF nanti.
Melalui laman resminya, Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) memilih Zulfiandi dari skuat Timnas Indonesia sebagai pemain yang berpotensi menunjukkan sinarnya pada Grup B. Sementara, sisanya ialah Siwarak Tedsungnoen (Thailand), Stephen Schrock (Filipina), Faris Ramli (Singapura), dan Aderito (Timor Leste).
"Salah satu pemain muda yang akan menandai debutnya untuk Indonesia, Zulfiandi, telah mendapat sambutan hangat dari penampilan solidnya, baik saat bermain bersama klub maupun timnas usia muda. Dan, panggung untuk pemain 23 tahun ini telah tersedia untuk benar-benar menunjukkan kehebatannya nanti," tulis AFF.
AFF juga menilai bahwa Zulfinadi sangat fasih dalam menjalankan perannya sebagai 'pemain nomor 6' dalam formasi 4-1-2-3 yang diusung Timnas Indonesia.

"Sang gelandang bertahan ini mungkin baru mencatatkan tiga penampilannya bersama tim senior tapi dia sudah terlihat cukup matang dengan akurasi pasing, solid dalam bertahan, dan kemampuan mengatur tempo pertandingan."
"Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, sangat terkesan dengan kualitas Zulfiandi yang menilai bahwa gelandang muda ini punya kemampuan untuk bermain pada kompetisi di Eropa."
Perjuangan Zulfiandi untuk mencapai titik ini sejatinya tak diraihnya dengan mudah. Sempat berpendar kala memperkuat Timnas U-19 dengan mempersembahkan gelar juara Piala AFF 2013, mantan pemain PSSB Bireun itu seketika tenggelam.
Cedera parah yang menghantamnya pada 2014 silam menjadi penyebab pudarnya nama Zulfiandi di antara sinar rekan-rekan seangkatannya macam Evan Dimas, Ilham Udin, dan Hargianto.

Namun, kondisi itu nyatanya tak membuat Zulfiandi patah arang. Namanya mulai kembali terdengar di kancah sepak bola nasional setelah memperkuat Bhayangkara FC pada 2016. Ia kemudian mengantarkan The Guardian menjuarai Liga 1 pada 2017.
Perlahan tetapi pasti, nama Zulfiandi mulai kembali mendapatkan tempat di pecinta sepak bola nasional ketika ia hijrah ke Sriwijaya FC pada awal musim ini. Di bawah asuhan Rahmad Darmawan, performa Zulfiandi kembali meroket. Ia menjadi faktor penting Sriwijaya FC merajai papan atas--sebelum diterpa isu tunggakan gaji yang disusul pindahnya sejumlah pemain.
Kini, setelah Asian Games 2018, Zulfiandi kembali disuguhkan panggung untuk menunjukkan performa ciamiknya. Mampukah Zulfiandi berpendar di Piala AFF 2018? Menarik dinantikan.
