Kumparan Logo
Mourinho, Moura (C)
Jose Mourinho memberi arahan kepada Lucas Moura.

Mengamini Lucas Moura sebagai Alternatif Sempurna Son Heung-Min

kumparanBOLAverified-green

comment
72
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mourinho menghibur Son Heung-min yang dikartu merah di laga versus Chelsea.  Foto: REUTERS/Eddie Keogh
zoom-in-whitePerbesar
Mourinho menghibur Son Heung-min yang dikartu merah di laga versus Chelsea. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

Tak ada nama Son Heung-Min dalam daftar Tottenham Hotspur saat bersua Brighton and Hove Albion di Boxing Day, Kamis (26/12/2019). Dia mesti absen lantaran kartu merah yang didapatnya di laga melawan Chelsea akhir pekan lalu. Sampai tiga laga ke depan malah.

Ini berpotensi bikin Jose Mourinho puyeng. Masalahnya, Son adalah komponen penting di lini depan Spurs. Dia adalah salah satu dari sedikitnya pemain yang dilegalkan untuk bergerak bebas --baik itu di sisi kiri maupun di area kanan. Tujuannya, ya, demi mengatrol fluiditas serangan Spurs itu sendiri.

Son Heung-min diganjar kartu merah di laga Tottenham Hotspur vs Chelsea. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

Maka jangan heran kalau Son jadi pemain yang paling intens terlibat dalam proses penciptaan gol The Lilywhites. Buktinya sudah 5 gol yang dibuat eks pemain Bayer Leverkusen di Premier League musim ini --hanya kalah dari Harry Kane. Itu belum ditambah dengan predikat sebagai penyumbang assist terbanyak di tim dengan torehan 6.

Sudah kebayang bagaimana sulitnya Spurs tanpa Son? Terlebih Brighton juga punya rekam jejak pertemuan yang bagus dengan mereka. Pada perjumpaan pertama, tim berjuluk The Seagulls itu berhasil memukul Jan Vertonghen dan kawan dengan skor meyakinkan, 3-0.

Laga Brighton vs Spurs. Foto: REUTERS/Toby Melville

Eh, tapi bukan berarti Spurs tak punya kans buat revans. Mourinho masih punya Kane, Dele Alli, dan juga Lucas Moura. Nah, nama yang disebut belakangan ini bisa jadi alternatif sempurna sebagai pengganti Son.

Secara karakteristik permainan, Moura punya tipikal serupa dengan pemain asal Korea Selatan itu. Meski berposisi alami sebagai winger, dia mampu mengemban tugas sebagai penyerang.

Lucas Moura melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga Spurs ke gawang Ajax Amsterdam. Foto: Reuters/Matthew Childs

Penanda paling kuat, ya, saat Spurs berhadapan dengan Ajax Amsterdam di semifinal leg kedua Liga Champions 2018/19. Mauricio Pochettino memilih Moura sebagai pengganti Kane yang cidera. Hasilnya? Tiga gol dibuatnya ke gawang Ajax. Spurs pun melaju ke final untuk pertama kalinya.

Soal sistem permainan, tampaknya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Moura terbukti mampu bersinergi dengan cara main Mourinho. Sudah 3 gol dan 1 assist dibuatnya dalam 8 pertandingan di bawah arahan The Special One. Itu jauh lebih baik dibanding rezim Pochettino di mana dia cuma mampu mengukir sebiji gol dari 10 pertandingan.

Jose Mourinho memberi arahan kepada Lucas Moura. Foto: Reuters/David Klein

Diprediksi Moura akan mengisi pos sayap kanan, menemani Alli yang bertugas sebagai di sektor gelandang serang. Sementara Ryan Sessegnon kemungkinan bakal menjadi winger kiri yang biasanya diisi Son.

Jangan salah, pemain berusia 19 tahun itu berhasil menunaikan tugasnya dengan baik di sana. Dia sukses menjebol gawang Bayern Muenchen di laga pemungkas fase grup Liga Champions.

-----

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

collection embed figure