Kumparan Logo

Mengenal Shan United, Klub dengan Mayoritas Pemain Timnas Myanmar

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Skuat Shan United. Foto: Dok. Media Shan United
zoom-in-whitePerbesar
Skuat Shan United. Foto: Dok. Media Shan United

Setelah meraih hasil imbang melawan Becamex Binh Duong asal Vietnam di laga perdana, Persija Jakarta akan kembali melanjutkan perjalanannya di ajang AFC Cup 2019.

Berlaga di Gelora Bung Karno, 26 Februari lalu, Persija sulit mencetak gol ke gawang Becamex Binh Duong. Beberapa peluang yang mereka ciptakan tak ada yang mampu menembus gawang Becamex. Beruntung bagi Persija, hal yang sama berlaku bagi Becamex sehingga pertandingan berakhir 0-0 bagi kedua tim.

Meski meraih hasil imbang di laga perdana, bukan berarti peluang Persija untuk melaju lebih jauh di ajang AFC Cup 2019 ini sudah tertutup. Harapan itu masih ada, karena pada Selasa (12/3) sore WIB, mereka akan menghadapi Shan United dalam laga kedua Grup G AFC Cup 2019 di Thuwunna Stadium.

Namun, sebelum Persija dan Shan United saling berhadapan, mari sejenak berkenalan terlebih dahulu dengan Shan selaku lawan Persija nanti. Siapa mereka, dan apa saja yang sudah mereka telah raih?

X post embed

Sejarah Singkat Shan United

Pada 2005 silam, sebuah klub sepak bola amatir terbentuk di Myanmar. Mereka adalah Kanbawza Football Club, cikal bakal dari Shan United, serta berbasis di Yangon. Meski berstatus klub amatir, mereka tetap mampu tampil di Myanmar Premier League, kompetisi level tertinggi sepak bola Myanmar kala itu. Malah, mereka mampu menyabet gelar juara pada 2007.

Lama berkompetisi di Myanmar Premier League, Kanbawza FC pun jadi bagian dari founding member Myanmar National League, pengganti Myanmar Premier League selaku kompetisi level tertinggi sepak bola Myanmar pada 2009 silam. Sejalan dengan keterlibatan mereka sebagai founding member Myanmar National League, Kanbawza berpindah homebase dari Yangon ke Tunggyi.

Bukan cuma itu saja, lima tahun setelah Khin Maung Kyaing, mantan manajer keuangan Kanbawza, mengakuisisi klub dan menjadi CEO pada 2010, Kanbawza berganti nama menjadi Shan United pada 2015 silam. Dari sinilah nama Shan mulai dikenal sebagai salah satu klub sepak bola profesional dari Myanmar.

Ditelisik dari sejarah singkat terbentuknya mereka, tampak bahwa Shan United ini adalah klub yang masih cukup muda. Meski begitu, bukan berarti mereka minim pengalaman tampil di kompetisi antar klub Asia dan tidak berhias gelar di level domestik.

Selama berkompetisi di Myanmar National League, Shan sudah pernah merasakan gelar juara Myanmar National League, yakni pada 2017 silam, melengkapi gelar Myanmar Premier League pada 2007. Selain gelar tersebut, Shan juga pernah meraih gelar-gelar domestik yang lain, seperti General Aung San Shield (semacam Piala Myanmar) pada 2017, serta MFF Charity Cup pada 2018 (Piala Super Myanmar).

X post embed

Sedangkan, perkara tampil di kompetisi antar klub Asia, Shan United juga cukup berpengalaman. Pada 2008 dan 2009, mereka pernah tampil di AFC President's Cup. Pada 2018 mereka juga sempat mengecap babak pertama kualifikasi Liga Champions, sebelum akhirnya kalah oleh Ceres-Negros dan harus rela main di AFC Cup.

Uniknya, di laga grup AFC Cup 2018, Shan bersua kembali Ceres-Negros. Sama seperti di babak pertama kualifikasi Liga Champions Asia, Shan kembali gagal bersaing dengan Ceres-Negros. Ditambah lagi dengan kesulitan mereka bersaing dengan peserta lain macam Hime United maupun Boeung Ket Angkor, Shan gagal lolos fase grup.

Namun setidaknya, dengan beberapa pengalaman ini, tampil di kompetisi antar klub Asia bukanlah jadi sesuatu yang aneh bagi Shan United, dan itu bisa jadi nilai plus tersendiri bagi mereka.

Banyak Berisikan Pemain Timnas Myanmar

Sebagai salah satu tim papan atas Myanmar National League, menjadi sebuah kewajaran bagi Shan United bila mereka memiliki banyak pemain timnas di skuatnya. Menilik skuat mereka pada 2019 ini, hal itu pun benar adanya.

Thiha Sithu, Zin Min Tun, David Htan, Suan Lam Mang, Myo Min Latt, serta Htet Phyo Wai adalah nama-nama pemain yang menjadi langganan Timnas Myanmar. Tidak hanya itu, mereka juga diperkuat oleh beberapa pemain yang pernah mentas di Piala Dunia U-20 bersama Timnas Myanmar U-20 seperti Htike Htike Aung, Nanda Kyaw, dan Yan Naing Oo.

X post embed

Di skuat Shan United saat ini juga ada beberapa pemain yang pernah bermain untuk Myanmar U-22, mulai dari Phone Thit Sar Min, Set Phyo Wai, dan Hein Phyo Win. Bergelimangnya pemain-pemain dengan jam terbang internasional ini menjadi sebuah bekal, karena hal tersebut akan membuat para pemain Shan tidak gentar menghadapi para pemain Persija.

Ada satu hal unik lain yang muncul di skuat Shan United ini. Salah satu pemain nasional yang mereka miliki, yakni Zin Min Tun, mencatatkan debutnya bersama Timnas Myanmar pada 30 Maret 2015 ketika melawan Timnas Indonesia. Min Tun, dan juga beberapa pemain nasional lain yang pernah menghadapi Timnas Indonesia, tentu tahu apa yang harus mereka lakukan ketika berhadapan dengan Timnas Indonesia.

Selain banyak memiliki pemain Timnas, salah satu kelebihan lain yang dimiliki Shan United adalah pertahanan mereka yang cukup mumpuni. Dalam ajang AFC Cup 2018, gawang mereka memang diberondong 12 gol oleh lawan dari 6 laga, namun di ajang Myanmar National League 2018, mereka jadi tim dengan pertahanan terbaik. Dari 22 laga, mereka hanya kebobolan 13 gol saja.

Pertahanan kuat Shan United ini harus jadi sesuatu yang diwaspadai oleh Persija. Apalagi pada laga perdana Grup G AFC Cup 2019, Shan United mampu memberikan perlawanan yang sengit kepada Ceres-Negros, walau akhirnya mereka kalah 2-3.

***

Sejak AFC Cup 2012 silam, ada sebuah catatan yang tercipta dari pertemuan antara klub Indonesia dan Myanmar. Total dari sembilan laga yang sudah terjalin antara klub Indonesia dan Myanmar, klub Myanmar lebih unggul dengan torehan 4 kemenangan, berbanding 2 kemenangan klub Indonesia, dengan 3 laga sisanya berakhir imbang.

X post embed

Dari catatan itu, tampak ada sebuab perhatian khusus yang harus diberikan Persija, bahwa setiap kali berhadapan dengan klub Indonesia, klub asal Myanmar, selalu memiliki energi tersendiri. Apalagi jika melihat Shan yang berisikan para pemain Timnas Myanmar, mereka tentu sudah tidak asing dengan gaya main a la Indonesia.

Nah, dengan kekuatan yang dimiliki Persija sekarang, apakah yang bisa mereka lakukan? Berbekal skuat yang sudah lebih padu karena sudah tampil di dua laga Piala Presiden 2019, mestinya Persija mampu menghadapi Shan dengan baik.