Menggerus Alumni Juara ISL 2013 di Persipura Jayapura

Mereka yang menjuarai Indonesia Super League (2013) bersama Persipura Jayapura telah berpencar. Hanya satu penggawa tersisa, Boaz Solossa.
Terakhir adalah penjaga gawang asal Korea Selatan, Yoo Jae-hoon. Selasa (9/1/2018), pemain dengan postur 186 sentimeter itu berpisah dengan "Mutiara Hitam"
"Benar, ada pertemuan dengan Yoo Jae-hoon. Dia pamitan dengan saya dan manajer. Faktor keluarga yang membuat pemain mengambil keputusan untuk mencari klub lain," tutur Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano, seperti dilansir dari situs resmi Liga Indonesia.
Diakui pula oleh Benhur, sulit buat manajemen melepas Yoo Jae-hoon. Dia sudah identik dengan mistar gawang Persipura sejak 2010. Dari saat itu pula, Persipura tidak pernah menjadikan pemain lain sebagai kiper utama.
Pada 2015, Yoo Jae-hoon memang sempat pindah ke Bali United. Namun, kurun itu tidak masuk hitungan karena skuat Persipura tengah dibubarkan. Sang penjaga gawang pun pulang ke Papua hanya setahun berselang.
Selama membela Persipura, Yoo Jae-hoon meraih sejumlah prestasi, termasuk dua gelar Indonesia ISL pada 2011 dan 2013. Dia menjadi satu dari sedikit alumni juara ISL 2013 yang masih memperkuat Persipura pada Liga 1 2017. Nama-nama lain di antaranya Ruben Sanadi, Nelson Alom, dan Boaz Solossa. Mereka tergolong setia, tidak pernah pindah kecuali ketika pembubaran skuat.
Cuma, setiap jalan pasti ada ujungnya. Ruben dan Nelson memilih hijrah ke Persebaya Surabaya bersama dengan Osvaldo Haay. Praktis, Boaz Solossa menjadi sosok terakhir yang tersisa.
Alasan mereka yang angkat kaki serupa, yakni keluarga (baca: kesejahteraan). Kondisi Persipura memang tidak seperti dulu. Sejak Maret 2017, klub bercerai dengan PT Freeport Indonesia, yang memberikan asupan dana cukup besar ketika menjadi sponsor.
Untung buat Persipura, Bank Papua bersedia menjadi sponsor lagi pada musim 2018. "Apabila ditotal (dalam beberapa tahun terakhir), Bank Papua sudah mengeluarkan Rp 57 miliar untuk Persipura," ucap Direktur Utama Bank Papua, F Zendarto, di situs Liga Indonesia.
Bermodalkan kucuran dana dari Bank Papua yang diperkirakan belum cukup untuk menutup biaya operasional dalam satu musim penuh, Persipura langsung mendeklarasikan untuk ikut turnamen pemanasan bertajuk Piala Presiden 2018. Manajemen juga melakukan persiapan menyusun tim.

Guna menutup lubang yang ditinggalkan para juara ISL 2013, Persipura memilih regenerasi, opsi yang tentu lebih hemat. Sejumlah pilar muda, kecuali Osvaldo Haay yang memilih hengkang, masih bertahan. Ambil contoh Prisca Womsiwor dan Marinus Mariyanto Wanewar.
Jumlah darah muda di skuat "Mutiara Hitam" masih bertambah lagi. Mereka masih memiliki kantong talenta dari Persipura U-19, yang menjuarai Liga 1 U-19 musim 2017.
Cuma, belajar dari kasus Osvaldo, Persipura harus waspada. Sedikit melejit, pemain muda bisa saja tergoda untuk pindah ke klub yang lebih menyejahterakan. Itu pun diakui Benhur.
"Belum ada pemain setia seperti Eduard Ivakdalam dan Boaz Solossa. Mereka tetap setia membela tanah kelahiran, meskipun pasti ada kendala yang kami alami. Kesetiaan Boaz jadi barang sangat mahal saat ini," katanya.
