Kumparan Logo

Mengingat Perseteruan Ultras Malaya dengan Suporter Indonesia

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Indonesia dan Malaysia. (Foto: AFP/Adek Berry & AFP/Mohd Rasfan)
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Indonesia dan Malaysia. (Foto: AFP/Adek Berry & AFP/Mohd Rasfan)

Indonesia dan Malaysia memang negara serumpun, tetapi sulit untuk saling menuntun. Sedikit gesekan bisa memantik perselisihan antara kedua negara, tidak terkecuali dalam sepak bola.

Hubungan tidak bagus kedua negara juga merembet di lapangan hijau. Tidak heran apabila laga selalu berjalan sengit dan keras. Ada gengsi dan harga diri di dalamnya. Jika dapat memenangi pertandingan, pemain pasti bangga. Sebaliknya, jika kalah, pemain bakal sulit melupakannya.

Begitu pula di tribune penonton dan luar lapangan. Suporter di tribune selalu ingin menunjukkan bahwa mereka adalah suporter yang selalu setia mendukung tim nasional (timnas).

Oleh karenanya, saling berbalas yel-yel di tribune sudah lumrah. Itu tadi, rivalitas kerap membuat segalanya menyimpang. Kedua suporter sering melontarkan hinaan atau melempar benda-benda keras. Di luar batas memang. Namun, itu benar-benar terjadi.

Piala AFF 2012 adalah contohnya. Tersebar sebuah video berisikan kelompok suporter Malaysia, Ultras Malaya, menghina Indonesia dengan sebutan binatang.

Maka itu, ketika Ultras Malaya mengklaim kelompoknya sebagai suporter terbaik se-Asia melalui akun Instagram-nya, ramai-ramai pecinta sepak bola Indonesia memprotesnya. Intinya, mereka menganggap bahwa Ultras Malaya mendapatkan predikat tersebut, meski loyalitas dan militansinya telah terbukti.

instagram embed

kumparan (kumparan.com) pun coba merangkum insiden yang menunjukkan perseteruan kedua suporter. Berikut selengkapnya:

Saling Balas di Piala AFF 2010

Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl bertemu dengan Malaysia di laga pembuka grup. Saat itu, tribune Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dihadiri oleh segelintir suporter Malaysia. Di dalam stadion, mereka coba membentangkan bendera negaranya.

Suporter Indonesia langsung mengintimidasi mereka. Situasi menjadi tidak kondusif. Demi meredam emosi suporter Indonesia, pihak keamanan langsung membawa suporter Malaysia keluar stadion.

Masih di ajang serupa, tepatnya pada partai final pertama di Bukit Jalil, suporter Malaysia melakukan tindakan tidak terpuji. Mereka menembakkan sinar laser ke mata pemain Indonesia. Hal tersebut jelas membuyarkan konsentrasi skuat asuhan Riedl.

Bahkan, kiper Indonesia saat itu, Markus Horison, sempat menolak untuk bermain karena sangat terganggu dengan sinar laser yang diarahkan kepadanya. Pada pertandingan itu, Indonesia dipaksa menelan pil pahit berupa kekalahan 0-3.

Perseteruan kedua suporter pada 2010 tak berhenti sampai di situ. Hubungan kedua negera memanas setelah beredar foto suporter Malaysia yang menginjak syal Indonesia dan mengacungkan jari tengah ke arah syal tersebut.

Suporter Timnas Indonesia. (Foto: Mohd Rafsan/AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Timnas Indonesia. (Foto: Mohd Rafsan/AFP)

Mobil Anti Huru-hara di SEA Games 2011

Tensi panas belum surut meski satu tahun sudah berlalu. Pada laga pamungkas Grup A SEA Games 2011, Timnas Indonesia U-23 bersua Malaysia di SUGBK. Seperti biasa, antusiasme penonton melonjak. Hanya satu harapan mereka: 'Garuda Muda' memenangi laga.

Yang terjadi justru sebaliknya. Indonesia menyerah 0-1 dari Malaysia. Semangat suporter berubah menjadi amarah. Oknum suporter yang mengenakan atribut merah putih mengadang pasukan Malaysia di pintu keluar. Mereka melontarkan teriakan, "Tidak bisa pulang."

Adangan dan pesan tersebut tentu menjadi teror untuk pasukan Ong Kim Swee. Guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, pasukan 'Harimau Muda' memutuskan memakai mobil anti huru-hara agar bisa meninggalkan Stadion.

Bentrokan di Piala AFF 2012

Rivalitas Indonesia-Malaysia tidak cuma tersaji ketika kedua tim bersua. Ambil contoh pada Piala AFF 2012 di Malaysia. Saat itu, Indonesia bertemu Laos di Stadion Bukit Jalil. Terjadi bentrokan saat suporter Indonesia menyaksikan tim kesayangannya. Sementara suporter Malaysia tengah menanti laga Timnas Malaysia yang digelar setelah pertandingan tersebut.

Bertemu di tribune, kedua suporter saling lempar. Untungnya, pihak keamanan cepat meredam bentrokan tersebut dengan membuat barikade di tribune penonton.

video youtube embed