Kumparan Logo

Meramalkan Kylian Mbappe Berlabuh di Real Madrid

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kylan Mbappe merayakan golnya saat pertandingan PSG vs Lyon. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
zoom-in-whitePerbesar
Kylan Mbappe merayakan golnya saat pertandingan PSG vs Lyon. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)

Ada kejelian Luis Campos di balik kebangkitan AS Monaco pada musim 2017/18 lalu. Berkat sosoknya pula, Kylian Mbappe mengorbit sampai menjadi bintang Timnas Prancis kini.

Berperan sebagai Direktur Teknik AS Monaco, Campos menggeser arah kebijakan transfer klub. Tak lagi menggelontorkan uang besar demi merekrut bintang, Les Monegasques fokus mengembangkan pemain-pemain muda untuk memetik hasilnya di masa mendatang.

Dari situlah, Mbappe promosi ke tim utama pada 2015 dan langsung menggebrak. Dia merangkum 27 gol plus 16 assist dalam 60 laga hingga menyilaukan Paris Saint-Germain (PSG) yang akhirnya merekrut sang remaja pada 2017.

X post embed

Campos sendiri meramalkan bahwa lompatan Mbappe tak hanya berhenti di PSG. Berbekal potensi besarnya, pemain 20 tahun ini diyakini bisa memikat klub Eropa yang lebih besar, yakni Real Madrid.

"Kylian merepresentasikan kemewahan dalam sepak bola, yang biasa kita lihat di level atas. Saya sendiri melihat dirinya akan mengenakan seragam Real Madrid karena klub ini merupakan tujuan pemain-pemain besar," ucap Campos kepada Telefoot.

Keyakinan Campos, yang kini sudah pindah ke LOSC Lille untuk bekerja sebagai Direktur Olahraga, turut dilatarbelakangi oleh performa Mbappe di PSG. Begitu tajam penampilan pemilik nomor kostum 7 ini sampai mencetak 16 gol dan 10 assist dalam 19 pertandingan di lintas ajang.

Kylian Mbappe dan Neymar Junior rayakan gol kedua PSG ke gawang Liverpool. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
zoom-in-whitePerbesar
Kylian Mbappe dan Neymar Junior rayakan gol kedua PSG ke gawang Liverpool. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Rapor tersebut merupakan sumbangan tertinggi di antara seluruh anggota skuat PSG lainnya. Neymar yang notabene menyandang status pemain termahal dunia saja cuma merangkum 16 gol dan 8 assist dalam jumlah pertandingan serupa. Adapun, Edinson Cavani hanya mencetak 13 gol dan 4 assist dari 18 pertandingan.

"Pada masa mendatang, saya membayangkan diri saya menghadiri sebuah pertandingan di Santiago Bernabeu dan menikmati pertunjukan Mbappe. Untuk saat ini saja, dia lebih menentukan ketimbang Neymar. Dan menimbang usianya, dia akan lebih baik daripada Cristiano Ronaldo dan memenangi lebih banyak Ballon d'Or," tutur Campos.

Memang sangat terbuka jalan Mbappe ke Bernabeu. Sejak melego Ronaldo pada musim panas 2018, Madrid belum merekrut pemain dengan status megabintang.

Tanpa Ronaldo, ketajaman Madrid pun tergerus. Mereka tinggal memiliki Karim Benzema dan Gareth Bale sebagai sumber gol. Rapornya pun tak bisa dikatakan apik karena Benzema menyumbangkan 11 gol dan Bale mencetak 10 gol saat kompetisi hampir berlangsung separuh jalan. Akankah Mbappe menjadi solusi untuk mendongkrak ketajaman Los Blancos?