Kumparan Logo

Messi Sindir Real Madrid yang Juara Liga Champions: Mereka Bukan Tim Terbaik

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Real Madrid merayakan kemenangan Liga Champions dengan trofi di Stade de France, Saint-Denis dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022). Foto: Lee Smith/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Real Madrid merayakan kemenangan Liga Champions dengan trofi di Stade de France, Saint-Denis dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022). Foto: Lee Smith/REUTERS

Real Madrid sukses merengkuh gelar Liga Champions 2021/22. Namun, keberhasilan Los Blancos tersebut tampaknya tak disenangi oleh Lionel Messi.

Madrid keluar sebagai kampiun Liga Champions usai menaklukkan Liverpool dengan skor 1-0 dalam laga yang berlangsung di Stade de France, Minggu (29/5). Vinicius Jr menjadi penentu keberhasilan Madrid melalui gol tunggalnya di menit 59.

Kemenangan armada Carlo Ancelotti semakin menguatkan dominasi mereka di pentas Eropa. Tercatat, Madrid sudah mengoleksi 14 trofi ‘Si Kuping Besar’ yang merupakan raihan terbanyak di ajang tersebut.

Messi miliki pandangan lain soal keberhasilan El Real. Eks penggawa Barcelona yang kini merumput bersama Paris Saint-Germain ini menuturkan bahwa keberhasilan Madrid menjuarai Liga Champions tak serta merta menahbiskannya sebagai tim terbaik di Benua Biru.

Pemain Real Madrid berselebrasi setelah memenangkan Liga Champions di Stade de France, Saint-Denis dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5/2022). Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS

Tim terbaik tidak selalu menang," ujar megabintang asal Argentina kepada Tyc Sports, dikutip dari Sportskeeda.

"Real Madrid, tanpa mengambil apa pun dari mereka, apalagi karena mereka adalah juara Liga Champions dan selalu ada, mereka bukan tim terbaik di Liga Champions ini, namun mereka mengalahkan semua [lawannya]," lanjut Messi.

Ekspresi pemain Paris St Germain Lionel Messi saat dikalahkan Real Madrid pada pertandingan Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol. Foto: Susana Vera/Reuters

Madrid adalah lawan yang dihadapi La Pulga bersama PSG di Liga Champions musim ini. Ketika itu, mereka bertemu di babak 16 besar. Namun, Messi dan kolega gagal mengatasi perlawanan Madrid. Les Parisiens tersingkir dengan agregat 2-3.

"Saya ingin memenangkannya [Liga Champions] lagi dan itu membuat saya kesal karena tidak bisa. Itu juga membuat saya melihat bahwa tim terbaik tidak selalu memenangkan Liga Champions, bagi saya Liga Champions adalah tentang situasi," beber Messi.

"Ada momen-momen tertentu, momen psikologis yang menarik bagi sebuah tim, di mana kesalahan sekecil apa pun membuat Anda tersingkir dan tim yang paling siap untuk situasi itu akhirnya memenangkannya atau mencapai final," tandasnya.