Mimpi Roy Keane Latih MU Ibarat Kasih Tak Sampai
·waktu baca 2 menit

Roy Keane merasa ia bisa menjadi pelatih sementara Manchester United (MU). Namun, posisi tersebut masih menjadi impian tak tergapai eks kapten The Red Devils itu
Mantan pemain yang terkenal garang di atas lapangan itu sempat disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk kembali ke Old Trafford. Tetapi, dirinya juga diremehkan berbagai pihak untuk mengisi posisi manajerial.
Meski ia merasa pantas mendapatkan peran itu, tetapi Keane mengakui untuk menjadi seorang manajer sementara Manchester United tidak akan pernah terjadi.
“Mereka tidak akan pernah menelepon saya, itu tidak akan pernah terjadi,” kata Keane dikutip dari Sportbible.
“Saya tidak punya masalah pergi ke ruang ganti mana pun untuk mencoba mengendalikan tim, saya telah berhasil di Liga Premier dan saya tidak berpikir itu akan menjadi masalah bagi saya, tetapi itu tidak akan pernah terjadi. Orang-orang cenderung lupa bahwa saya pernah melatih sebelumnya dan saya melakukannya dengan baik di Liga Inggris bersama Sunderland." tambahnya.
Pada saat Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer, Keane mengakui bahwa pemecatan Solskjaer merupakan peristiwa yang tidak mengejutkan. Ia juga menilai penampilan United selama beberapa bulan terakhir benar-benar buruk. Meskipun begitu, impian Roy Keane menjabat sebagai manajer sementara di MU juga tak bisa digapai.
Roy Keane dikenal sebagai salah satu legenda Manchester United yang mampu meraih kesuksesan luar biasa saat masih aktif sebagai pemain sepakbola. Setelah pensiun, dirinya sempat menjadi manajer Sunderland pada 2006-2008 dan Ipswich Town pada 2009-2011.
Namun pada pengalaman terakhirnya di dunia manajerial, Keane justru hanya menjalankan peran sebagai asisten manajer. Tercatat saat menangani timnas Irlandia dan Nottingham Forest, dirinya hanya menjadi wakil Martin O'Neal, sementara saat bergabung dengan Aston Villa dirinya menjadi asisten Paul Lambert.
Pemain berusia 50 tahun itu pernah memenangkan Kejuaraan bersama Sunderland dan mempertahankannya di Liga Premier sampai tugasnya berakhir pada Desember 2008. Keane kemudian mengelola Ipswich, serta menjabat sebagai asisten manajer di Aston Villa, Nottingham Forest dan tim nasional Republik Irlandia.
MU dilaporkan memiliki daftar lima pemain dan akhirnya dirumorkan lebih memilih Ralf Rangnick yang berusia 63 tahun. Rangnick digadang-gadang akan meninggalkan jabatannya sebagai kepala olahraga dan pengembangan di Moscow dan melatih tim Manchester United.
Penulis : Ilham Arya
