Minim Kontribusi, Didier Zokora Dilepas Semen Padang

Sebelum mengarungi putaran kedua kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1, Semen Padang melakukan beberapa pembenahan. Salah satunya dengan menyudahi kontrak dengan marquee player mereka Didier Zokora.
Minimnya kontribusi yang diberikan oleh pemain Pantai Gading itu untuk "Kabau Sirah" menjadi salah satu faktor yang membuat manajemen klub memutuskan kerja sama lebih cepat. Saat ini Hengki Ardiles dkk. duduk di peringkat ke-13 klasemen sementara. Dari 17 kali bermain, mereka menang 6 kali, imbang 4 kali, dan kalah 7 kali.
Manajer Semen Padang, Win Benardio, mengungkapkan bahwa selain minim kontribusi, Semen Padang terkendala terkait keterbatasan anggaran. Sementara gaji marquee player tak bisa dibilang murah. Oleh karena itu, manajemen sepakat untuk tidak menggunakan marquee player pada putaran kedua Liga 1 musim ini.
"Kami secara resmi telah memutus kontrak (Didier) Zokora karena terkendala anggaran mengingat biaya untuk mengarungi liga ini cukup besar, juga mengingat adanya laga kandang dan tandang di pada setiap minggunya," ujar Win.
"Anggaran yang disediakan oleh manajemen sejak awal musim juga memang tanpa menggunakan marquee player sehingga terpaksa dilakukan penghematan. Ditambah kontribusi dari rating televisi yang dijanjikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga hingga saat ini belum ada kejelasan kepada kami," sambungnya.
Tanda-tanda dicoretnya Zokora pun sudah terlihat pada dua laga terakhir Semen Padang. Dalam dua laga tersebut, yakni melawan Arema FC dan PS TNI, namanya tak masuk ke daftar susunan pemain.
Sementara itu, pelatih Semen Padang, Nilmaizar, juga mengatakan pemutusan kontrak Zokora merupakan kesepakatan bersama setelah hasil evaluasi dengan manajemen dan tim pelatih.
"Selama ini ekspektasi tim terhadap Zokora sangat besar dan berharap dia mampu mengangkat peforma tim untuk mencapai target tiga besar di akhir musim nanti. Tetapi secara visi dan konsep permainan Zokora memang bagus. Namun, adaptasi yang dilakukannya terhadap tim tidak berjalan bagus," jelas Nil.
