Misi Klopp Menghapus Kutukan 'Pecundang' di Laga Final

Sudah menjadi tradisi Juergen Klopp mengantarkan tim asuhannya ke babak final sebuah turnamen. Dia telah melakoni empat partai puncak bersama Borussia Dortmund, lalu tiga dengan Liverpool.
Maka, laga menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, bakal menjadi laga final kedelapan sepanjang karier kepelatihan Klopp.
Sayangnya, intensitas menembus final tak diikuti rangkaian kesuksesan. Hanya hadir satu kemenangan dari tujuh percobaan Klopp, yakni ketika Dortmund mengalahkan Bayern Muenchen dengan skor 5-2 di final DFB Pokal 2012.
Perlu dicatat bahwa laga puncak DFB Pokal tujuh tahun silam merupakan final perdana Klopp. Itu artinya, sang juru taktik melalui enam laga final beruntun dengan kegagalan.
Khusus kiprahnya bersama Dortmund, kekalahan paling menyakitkan tentu terjadi di final Liga Champions 2013. Karena sang penakluk adalah rival mereka di Bundesliga, Bayern Muenchen.
Penonton di Stadion Wembley sudah bersiap menyaksikan adu penalti setelah gol penalti Ilkay Guendogan membalas lesakan Mario Mandzukic. Namun, 'Si Kuping Besar' melayang dari genggaman Dortmund akibat tembakan Arjen Robben satu menit menjelang waktu normal rampung.
Bayern kembali menjadi momok Klopp setahun berselang. Di final DFB Pokal 2014, Dortmund asuhan Klopp gagal menambah koleksi trofi gara-gara kekalahan 0-2 dari sang rival.
Rangkaian kegagalan di final DFB Pokal berlanjut pada 2015. Kali ini, sang antagonis bukan Bayern, melainkan Wolfsburg yang masih diperkuat Kevin De Bruyne dan Ivan Perisic. Dalam laga puncak, Dortmund tumbang dengan skor 1-3.
Kekalahan yang disebut terakhir begitu pedih bagi Klopp. Karena dia gagal menutup perjalanannya di Dortmund dengan gelar juara.
Klopp tak lama menganggur. Oktober 2015, pria kelahiran Stuttgart ini menerima pinangan Liverpool untuk menggantikan Brendan Rodgers.
Tak butuh waktu lama pula untuk Klopp membuktikan kepiawaiannya mengantarkan tim ke final. Empat bulan berselang, dia mencicipi laga puncak pertamanya bersama Liverpool dengan menghadapi Manchester City di Piala Liga Inggris.
Lagi-lagi kutukan final belum lepas dari Klopp. Setelah skor imbang 1-1 dalam 120 menit, Liverpool harus merelakan trofi gara-gara kegagalan Lucas Leiva, Philippe Coutinho, dan Adam Lallana di adu penalti.
Masih pada musim yang sama, Liverpool juga menembus final Liga Europa. Inilah kali kedua Klopp merasakan laga puncak di kompetisi antarklub Eropa.
Tak ada yang berubah dari peruntungan Klopp. Liverpool sempat unggul 1-0 lewat gol Daniel Sturridge, lalu Sevilla membalas tiga kali berkat Kevin Gameiro (2) serta Coke. Di momen ini, Klopp mengakui bahwa permainannya kalah kelas dari Sevilla dan akan kembali lebih kuat.
Benar kata Klopp. Sang juru taktik membuktikan bahwa timnya naik kelas dengan menapaki final Liga Champions dua tahun berselang.
Yang kurang cuma hasil akhirnya karena Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid. Di laga ini, cedera Mohamed Salah si topskorer klub dan dua blunder Loris Karius dianggap sebagai biang kegagalan The Reds.
Itu artinya, semakin beragam pula penyebab kekalahan Klopp di liga final. Gol menit akhir sudah, adu penalti sudah, dan terakhir kesalahan penjaga gawang.
Lantas, cerita apa lagi yang mengiringi jentaka Klopp pada final kedelapannya di Wanda Metropolitano nanti? Atau, jangan-jangan Klopp malah memutus dahaga kemenangan di laga puncak sekaligus merebut 'Si Kuping Besar' pertamanya.
=====
*Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Liverpool akan diselenggarakan pada Minggu (2/6/2019) dini hari pukul 02:00 WIB di Estadio Metropolitano, Madrid.
