Kumparan Logo

Momen Langka: Penerjemah Pelatih Klub MLS Dikartu Merah, kok, Bisa?

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih tim sepak bola San Jose Earthquakes, Matias Almeyda. Foto: Dok. MLS
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih tim sepak bola San Jose Earthquakes, Matias Almeyda. Foto: Dok. MLS

Momen langka terjadi dalam laga sepak bola Colorado Rapids vs San Jose Earthquakes di MLS (Major League Soccer) Amerika Serikat. Ada insiden yang menyebabkan penerjemah dari pelatih San Jose Earthquakes diganjar kartu merah oleh wasit.

Wasit memberi kartu merah ke pemain atau pelatih itu adalah hal yang biasa di pertandingan sepak bola profesional. Wasit memang diberi kewenangan demikian demi menjaga jalannya laga tetap kondusif.

Namun, bagaimana ceritanya jika wasit memberi kartu merah kepada sosok yang bukan pemain atau pelatih, melainkan penerjemah. Itulah yang terjadi dalam laga MLS yang dihelat di Dick's Sporting Goods Park, Commerce City, Colorado, Minggu (18/7).

Pelatih San Jose Earthquakes, Matias Almeyda, adalah orang berkebangsaan Argentina yang kurang fasih berbicara Bahasa Inggris, meski sudah membesut klub itu sejak 2018. Makanya, dia membawa penerjemah bernama Agustin Zalazar.

San Jose Earthquakes. Foto: Twitter/@SJEarthquakes

San Jose Earthquakes mampu mengejutkan tuan rumah ketika Javier Lopez mencetak gol di menit 11. Pada babak kedua, tepatnya menit 53, Colorado Rapids membalas via gol Cole Bassett.

Setelahnya, laga kian memanas. Dilansir Goal International, Almeyda terlihat mengeluh kepada wasit di menit ke-70. Zalazar selaku penerjemahnya sekaligus kepala komunikasi kepelatihan San Jose turut membantu.

Wasit lalu bertindak. Ia memberi kartu kuning Almeyda dan malah Zalazar yang diganjar kartu merah karena protesnya dinilai terlalu berlebihan ketimbang Almeyda.

video youtube embed

Kalau dari aturan, apakah bisa sosok yang bukan pelatih atau pemain diganjar kartu oleh wasit? Laws of the Game yang dikeluarkan IFAB menjelaskan segalanya.

Pada Bab 5 tentang 'Law' poin 3 dijelaskan bahwa wasit bisa mengambil tindakan terhadap ofisial tim yang gagal bertindak secara bertanggung jawab dan memperingatkan atau menunjukkan kartu kuning untuk peringatan atau kartu merah agar dikeluarkan dari lapangan permainan dan sekitarnya, termasuk area teknis; jika pelanggar tidak dapat diidentifikasi, pelatih senior yang hadir di area teknis akan menerima sanksi.

Jangankan penerjemah, tim medis pun juga bisa kena. Namun, seorang ofisial tim medis yang melakukan dikartu merah dapat tetap tinggal jika tim tidak memiliki tenaga medis lain. Dia baru bertindak jika seorang pemain membutuhkan perhatian medis.

***

embed from external kumparan