Kumparan Logo

Mourinho Bela Vinicius Junior: Bintang Real Madrid Masih Jadi Korban Bullying

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vinicius Junior. Foto: Albert Gea/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Vinicius Junior. Foto: Albert Gea/REUTERS

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan pembelaan kepada Vinicius Junior setelah sang penyerang terlibat perselisihan dengan pemain dan suporter Espanyol dalam kemenangan 2-1 Los Blancos pada laga LaLiga, akhir pekan kemarin.

Pertandingan di RCDE Stadium tersebut menjadi laga perdana Mourinho dalam periode keduanya menangani Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu kembali ke Santiago Bernabeu sekitar 13 tahun setelah meninggalkan klub.

Mourinho mengakui Vinicius bukan pemain yang sempurna dalam mengendalikan emosinya. Namun, ia menilai perlakuan yang diterima pemain asal Brasil tersebut sudah berlebihan.

"Vini bukan orang suci, tetapi apa yang dilakukan orang-orang kepadanya sudah terlalu berlebihan," ujar Mourinho dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Mourinho Sebut Vinicius Junior Jadi Sasaran Lawan

Vinicius sempat terlibat insiden dengan Alex Calatrava pada awal pertandingan. Pemain Espanyol tersebut dinilai melakukan pelanggaran terhadap Vinicius, tetapi tidak mendapat hukuman dari wasit.

Perselisihan keduanya kemudian kembali terjadi dan membuat Vinicius diganjar kartu kuning.

Menurut Mourinho, insiden tersebut menggambarkan pola yang sudah sering dialami Vinicius ketika menghadapi lawan. Ia menilai pemain-pemain lawan secara bergantian mencoba mengganggu permainan Vinicius dengan pelanggaran dan provokasi.

"Ini dimulai sejak menit pertama. Ada semacam pola: satu lawan, kemudian lawan berikutnya, lalu berikutnya lagi. 'Saya yang melanggarnya, kemudian kamu yang melanggar. Kalau saya mendapat kartu kuning, kamu yang melakukannya'," kata Mourinho.

Pelatih berusia 63 tahun itu memahami mengapa situasi tersebut dapat membuat Vinicius frustrasi. Namun, Mourinho juga mengingatkan sang pemain agar mampu mengendalikan emosinya.

"Ini membuatnya frustrasi. Dia harus memiliki kontrol emosi yang luar biasa," ujarnya.

Mourinho bahkan telah mengingatkan Vinicius agar tetap berhati-hati ketika merayakan gol. Menurutnya, emosi yang tidak terkendali dapat membuat pemain berisiko menerima kartu dan kehilangan kesempatan melanjutkan pertandingan.

"Saya mengatakan kepada Vini bahwa bahkan jika dia mencetak gol, dia harus berhati-hati saat merayakannya agar tetap berada di lapangan," tutur Mourinho.

Mourinho Soroti "Era Bullying" terhadap Vinicius

Mourinho kemudian menyinggung fenomena bullying yang menurutnya masih dialami Vinicius, baik dari pemain lawan maupun penonton.

"Ini sulit. Kita hidup di era sosial yang berbicara tentang anti-bullying, tetapi dengan Vini, kita masih berada di era bullying, baik yang datang dari lawan maupun publik," kata Mourinho.

Jose Mourinho. Foto: ANDREAS SOLARO/AFP

Komentar tersebut langsung mendapat respons dari pelatih Espanyol, Manolo Gonzalez. Ia membantah bahwa para pemainnya sengaja menjadikan Vinicius sebagai sasaran.

"Apakah kami bahkan tidak boleh menyentuhnya? Ini sepak bola. Saya tidak melihat tekel yang berlebihan. Pelanggaran yang diterimanya adalah hal normal dan tidak ada yang secara khusus memburunya," kata Gonzalez.

Perdebatan tersebut kembali menyoroti persoalan yang selama beberapa musim terakhir melekat pada Vinicius. Pemain Brasil itu kerap menjadi sasaran provokasi lawan dan mendapat sorotan karena reaksinya di lapangan.

Real Madrid Menang Dramatis di Menit ke-90

Di luar kontroversi tersebut, Real Madrid berhasil mengawali musim dengan kemenangan dramatis.

Jude Bellingham membuka keunggulan Madrid pada menit kesembilan melalui sundulan. Espanyol kemudian menyamakan kedudukan lewat Alex Calatrava sebelum turun minum.

Madrid terus berusaha mencari gol kemenangan sepanjang babak kedua. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90 setelah Carlos Espí yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol melalui penyelesaian cerdas dari dalam kotak penalti.

Gol tersebut memastikan Mourinho mengawali periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid dengan tiga poin.

Mourinho sebelumnya menangani Madrid pada 2010 hingga 2013. Pada periode pertamanya tersebut, ia mempersembahkan satu gelar LaLiga dan satu Copa del Rey.