Kumparan Logo

Mourinho: Kalah di Final Liga Champions bagai Gagal Mendarat di Bulan

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jose Mourinho jelang debut Liga Champions sebagai pelatih Tottenham. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
zoom-in-whitePerbesar
Jose Mourinho jelang debut Liga Champions sebagai pelatih Tottenham. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

Kekalahan yang dialami Tottenham Hotspur dari Liverpool pada final Liga Champions 2019, menurut pelatih Jose Mourinho, sama menyakitkannya dengan kegagalan mendarat di bulan.

Final Liga Champions itu merupakan pencapaian terbaik Tottenham selama diasuh oleh Mauricio Pochettino. Mourinho yang menjadi suksesor Pochettino itu berpendapat bahwa kekalahan 0-2 dari Liverpool masih menyisakan efek negatif dalam diri pemain-pemain Tottenham.

Mourinho sendiri akan menjalani laga Liga Champions pertamanya sebagai pelatih Tottenham pada Rabu (27/11/2019) dini hari WIB menghadapi Olympiacos.

Kane terpaku setelah Tottenham Hotspur kalah dari Liverpool di final Liga Champions. Foto: REUTERS/Susana Vera

Jelang laga tersebut dia berkata, "Aku mencintai kompetisi ini seperti semua penggemar sepak bola lainnya. Ini adalah kompetisi yang ingin dimenangi semua orang. Tak semua orang bisa menjadi pemenang di sini dan aku beruntung jadi salah satunya."

"Jika Mauricio berkata bahwa kekalahan di final memengaruhi para pemain, dia tahu situasinya. Dia pernah berada di sini dan telah membagi apa yang dia rasakan kepada para pemain. Kekalahan itu seperti pendaratan di bulan yang gagal."

"Lihat apa yang terjadi dengan Liverpool. Mereka frustrasi karena gagal menang tetapi berhasil mencapai final berikutnya dan jadi juara. Semua musim Liga Champions ditentukan oleh detail kecil, seperti bagaimana aku kerapkali tersingkir karena adu penalti dan gol menit akhir."

"Dalam kasusku, musim di mana aku kalah adu penalti pada babak semifinal [dari Bayern Muenchen di musim 2011/12], itu adalah Real Madrid terbaik dalam 15-20 tahun terakhir. Kami menang di liga tetapi kalah adu penalti karena tiga penendang terbaik, Kaka, [Sergio] Ramos, dan [Cristiano] Ronaldo gagal."

Jose Mourinho memimpin latihan Tottenham Hotspur. Foto: Reuters/Andrew Couldridge

"Dalam kasus Spurs musim lalu, mereka juga bisa lolos ke final karena detail-detail kecil. Mereka diuntungkan oleh VAR dan ada gol Lucas [Moura] di Amsterdam. Namun, lolos ke final saja tidak cukup. Itu merupakan sebuah pencapaian tetapi bukan sejarah," ucap Mourinho panjang lebar.

Tottenham akan lolos ke 16 besar jika mampu mengalahkan Olympiacos. Walau begitu, Mourinho mengaku belum memikirkan kans menjadi juara. Itu baru akan dia pikirkan ketika fase gugur sudah berjalan.

"Bersama anak-anak ini, aku tidak akan pernah takut menghadapi pertandingan Liga Champions. Sekarang, kami harus lolos. Nanti, kalau kami sampai di perempat final, baru aku akan pikirkan soal gelar. Saat ini, kami masih sangat jauh dari trofi," tutupnya.