MU vs Chelsea: Biasanya Romero yang Main di Piala FA, kok, Tiba-tiba De Gea?

Biasanya, MU memainkan Sergio Romero di Piala FA dan David De Gea di Premier League. Namun, dalam laga kontra Chelsea di kompetisi tertua di dunia itu, Senin (20/7) dini hari WIB, kenapa Ole Gunnar Solskjaer lebih memilih si kiper Spanyol?
Padahal, pencapaian si kiper asal Argentina tak buruk-buruk amat, lho. Musim ini saja, Romero sudah 15 kali turun laga di lintas ajang (Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa) dan memiliki catatan 11 kali nirbobol.
Khusus di Piala FA musim ini, Romero main lima kali, nirbobol empat kali, dan cuma kebobolan sekali. Cakep, enggak, tuh?
Eh, tiba-tiba, Solskjaer malah lebih memilih De Gea untuk mengawal gawang The Red Devils saat menghadapi The Blues di semifinal. Alih-alih tampil fantastis, performa De Gea malah bikin fans MU 'gemas abis'.
Pertanyannya, kenapa Solskjaer memercayakan gawang timnya di laga itu kepada De Gea, alih-alih Romero?
"Kami memilih tim hari ini untuk memberi kami kesempatan sebaik mungkin untuk lolos ke [final] piala [FA] dan siap untuk [laga Premier League] hari Rabu (22 Juli 2020 waktu setempat). Namun, rencana tak berjalan baik," katanya, dilansir situs web resmi MU.
Begini, sejumlah tim Premier League menerapkan 'kebijakan' seperti MU ini. Kiper utama (yang dianggap lebih jago) main di Premier League dan kiper kedua diandalkan di Piala FA atau ajang lainnya.
Coba, cermatilah kalimat "Kami memilih tim hari ini untuk memberi kami kesempatan sebaik mungkin". Artinya, pelatih asal Norwegia itu ingin sebagian besar anggota tim terbaiknya yang turun menghadapi Chelsea.
Dengan kata lain, bisa ditafsirkan, De Gea dianggap sebagai kiper yang lebih bagus dari Romero. Kalau De Gea main, harapannya, itu bisa mempermudah langkah MU ke final Piala FA. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
