Neymar Sr.: Ayah, Penasihat, Sekaligus Pendorong Karier Neymar

Kamis (3/8) pekan lalu, Neymar mengejutkan dunia sepak bola. Lewat uang senilai 222 juta euro yang dikeluarkan oleh Qatar Sports Investment (QSI) untuk menebus buyout clause yang ditetapkan oleh Barcelona, Neymar resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Setelah resmi bergabung dengan PSG, Neymar mengunggah sebuah video di akun instagram miliknya. Banyak hal ia ucapkan dalam video tersebut. Mulai dari kenangannya di Barcelona hingga pengalamannya bermain bersama pemain, yang menurutnya, yang terbaik di dunia, Lionel Messi.
Tidak hanya soal itu saja, dalam video tersebut disebutkan juga bahwa keputusannya bergabung dengan PSG berseberangan dengan perintah ayahnya, yang justru menginginkan hal sebaliknya. “Untuk kedua kalinya dalam hidupku, aku tidak mendengarkan apa yang ayah katakan.”
“Aku menghormati dan mengerti apa yang diinginkan oleh ayah. Tetapi, keputusan sudah aku ambil. Kini, aku memintamu mendukungku, seperti yang sudah kau lakukan,” pungkas Neymar dalam video tersebut.
Seperti halnya Alejandra Moral yang berpengaruh terhadap karier Jesus Navas dan Kolo Toure yang sering dimintai petuah oleh Yaya Toure, Neymar Santos Sr. memiliki peran yang begitu besar atas karier anaknya, Neymar Jr.
Neymar banyak belajar dari ayahnya. Bukan hanya soal sepak bola, soal semua masalah hidup sering ia diskusikan dengan orang tuanya itu. Tak salah Neymar berbicara semua masalah kepada ayahnya. Dengan pengalaman hidupnya, Neymar Sr. memang pantas untuk menjadi teman curhat.
Tak banyak yang tahu dari mana dan di mana Neymar Sr. menjalani masa mudanya. Namun, menurut beberapa orang, dia adalah pensiunan pesepak bola yang merasakan asam garam kompetisi level regional di Brasil.
Setelah pensiun, Neymar Sr. sempat kesulitan mencari pekerjaan. Statusnya yang hanya lulusan sekolah menengah membuatnya ditolak oleh banyak perusahaan. Sempat putus asa, teman masa kecilnya menawarinya pekerjaan di sebuah perusahaan konstruksi lalu lintas.
Dengan bayaran per hari yang tak besar, tidak banyak uang yang bisa dibawa pulang oleh Neymar Sr. Beruntung, istrinya, Nadine, yang menunggu di rumahnya di kawasan Mogi das Cruzes, Sao Paulo —kawasan yang jauh lebih tidak beradab ketimbang favela-nya Sao Paulo— tak pernah meminta apa-apa.
Pekerjaan tersebut tidak pernah membuat Neymar Sr. hidup berkecukupan. Gaji yang ia terima setiap hari bahkan tidak cukup untuk membiayai hidupnya dan Nadine. Masalah tersebut semakin parah saat Neymar Jr. lahir pada1992 dan disusul Raffaela da Silva Santos empat tahun kemudian.
“Aku selalu menjadi ayah yang tidak memiliki apa-apa. Kalimat tersebut adalah kalimat yang paling sering didengar oleh anak-anakku tentang aku. Dengan itu, mereka jadi tahu seberapa pentingnya uang,” kata Neymar Sr. kepada El Mundo.
Neymar Sr. adalah sosok ayah yang tegas. Ya, ia memang tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan kepada anaknya. Namun, seperti yang diakuinya, ia selalu mengingatkan anak-anaknya untuk terus mengejar cita-cita yang mereka miliki. Ia mendorong anak-anaknya untuk bekerja sekeras mungkin.
“Aku selalu berbicara kepada Neymar untuk berlatih dan bermain sepak bola dengan sungguh-sungguh. Jika dia menginginkan mobil, berarti kamu harus memenangi Piala Conmebol U-21 dan menjadi pencetak gol terbanyak,” ujarnya.
Tak hanya sebagai pemompa semangat, Neymar Sr adalah malaikat Neymar. Ia tak sungkan memarahi Neymar di depan umum jika anak pertamanya itu berbuat kesalahan ketika bermain. “Neymar Sr. kerap mendisiplinkan Neymar Jr. sejak kecil. Tidak hanya di rumah, tetapi juga di tempat latihan. Tak heran, bakat Neymar Jr. berkembang begitu pesat,” kata Joaquim Piera, wartawan Diario Sport.
Sepak bola dikenalkan oleh Neymar Sr. kepada anak tertuanya, Neymar Jr, sejak sang putra masih kecil. Di kawasan Grametal, tempat sebuah kesebelasan kelas pekerja, Sao Paulo, mengadu nasib, Neymar Jr. dibiarkan menyepak bola.
Ketegasan dan bakat Neymar Jr. akhirnya terendus seantero Brasil. Banyak kesebelasan profesional Brasil datang ke Grametal dan menawarinya untuk menjadi bagian tim junior. Bagi Neymar Sr., semua tawaran yang datang tidak ada yang tidak menarik. Perbedaan satu tawaran dengan yang lain hanya apakah mereka mau membiayai sekolah Neymar atau tidak.
Ketika membajak Robinho, 2005 lalu, Real Madrid diberi tahu oleh banyak orang mengenai Neymar Jr. Madrid tidak menolak, tetapi juga tidak langsung mengajukan tawaran untuk pemain yang saat itu masih berusia 13 tahun tersebut.
Madrid pun bertanya kepada Wagner Ribeiro, agen sepak bola terkenal Brasil yang nantinya menjadi agen Neymar Jr., Ribeiro tidak mengelak bahwa nama Neymar Jr. telah mengguncang Brasil. Namun, ia mengatakan bahwa Neymar Jr. tidak bisa mengiyakan tawaran tersebut karena ada sosok Neymar Sr.
El Real pada akhirnya bertemu dengan Neymar Sr. dan menawarinya banyak hal. Mulai dari rumah, pekerjaan, hingga uang yang tidak masuk akal. Tawaran Madrid yang sedemikian besarnya ditolak oleh Neymar Sr. Ia mengakui lebih baik anaknya bertahan di Santos daripada hanya hidup dengan bermodalkan mimpi di Spanyol.
Berkembangnya karier Neymar Jr. membuat nama Neymar Sr. ikut melonjak. Dia memiliki peran besar saat Neymar Jr. memutuskan bergabung dengan Barcelona dan menjadi pemain papan atas dunia.
Di balik hubungan apik Neymar Sr. dengan Neymar Jr., ada satu masalah yang hingga saat ini masih sering dibicarakan. Kasus penggelapan pajak yang berhubungan dengan pemalsuan dokumen transfer Neymar Jr. ke Barcelona membuat nama Neymar Sr. disangkut-pautkan.
Miguel Delaney, jurnalis sepak bola yang menulis untuk banyak media besar, mengungkapkan salah satu alasan kegagalan Manchester City merekrut Neymar Jr. adalah ketidakmampuan dan ketidakmauan Josep “Pep” Guardiola untuk meyakinkan Neymar Sr.
“Guardiola tidak bisa dan tidak mampu menjangkau semua hal yang berada di balik Neymar Jr., salah satunya adalah Neymar Sr.,” kata Delaney.
Ada sebuah kalimat yang benar-benar dicamkan oleh Neymar Jr. dari ucapan Neymar Sr. Kalimat ini diucapkan dalam Bahasa Brasil saat Neymar tepat berulang tahun ke-18 lalu: “Cuma karena kamu bisa membeli macam-macam sekarang, bukan berarti kamu bisa membakar uangmu. Kamu harus belajar menghargai berbagai hal.”
