Kumparan Logo

Nicklas Bendtner Dilaporkan ke Polisi karena Hajar Supir Taksi

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nicklas Bendtner di Rosenborg. (Foto: Instagram/Rosenborg)
zoom-in-whitePerbesar
Nicklas Bendtner di Rosenborg. (Foto: Instagram/Rosenborg)

Lama tak terdengar, nama Nicklas Bendtner tiba-tiba kembali ke permukaan karena sebuah kabar yang tidak sedap. Menurut laporan media Denmark, Ekstra Bladet, mantan penyarang Arsenal ini telah dilaporkan manajemen DanTaxi ke polisi karena menghajar salah satu supir mereka.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (9/9/2018) dini hari WIB waktu Copenhagen. Menurut Ekstra Bladen, Bendtner kemudian menghajar rahang sang supir hingga remuk. Meski begitu, belum jelas apa sebenarnya motif di balik tindakan Bendtner.

Laporan ini kemudian diperkuat dari pernyataan pihak kepolisian yang menyebut tindakan ini tengah diselidiki. Sementara, Rasmus Krochin selaku Manajer Komunikasi DanTaxi mengatakan supir taksi mereka telah dilarikan ke rumah sakit.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa supir kami menjadi korban kekerasan. Kami mendapatkan laporan ini pagi ini. Adapun, sang supir saat ini telah berada di meja operasi untuk memperbaiki rahangnya yang remuk,” kata Krochin, dilansir Ekstra Bladen.

Bukan kali perdana Bendtner bermasalah dengan supir taksi di Denmark. Pada tahun 2014, Bendtner, atau kerap mendapatkan predikat Lord di internet, pernah dilaporkan karena membuka celananya lalu menggosok tubuhnya di bodi sebuah mobil taksi.

Setelah itu, Bendtner pun mengucap beberapa kata kasar yang dialamatkan kepada sang supir. Tindakan tersebut pada akhirnya bikin sang supir trauma. Sang supir bahkan berujar kepada The Guardian bahwa dirinya tak pernah mengalami kejadian seperti itu meski telah menjadi pemabuk selama 25 tahun.

Nicklas Bendtner ketika masih berkostum Arsenal. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Nicklas Bendtner ketika masih berkostum Arsenal. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)

Kejadian itu pada akhirnya membuat manajemen Arenal punya alasan lain untuk melepas Bendtner di akhir musim 2013/14. Alasan satunya lagi, tentu saja karena performa Bendtner terus menurun sejak musim 2008/09.

Bayangkan saja, Bendtner kerapkali gagal mencetak gol di depan gawang dengan kondisi tak terkawal. Pada akhirnya, Bendtner pindah ke Wolfsburg di bursa transfer musim panas 2014 dengan status bebas transfer.

Namun, nasibnya tak berubah, karena Bendtner cuma bisa mencetak 9 gol dalam dua musim. Akhirnya, dia pun dilepas ke Nottingham Forrest di musim 2016/17 sebelum pada akhirnya hijrah ke klub Denmark, Rosenborg semusim setelahnya.