Ousmane Dembele Jadi Kapten Timnas Prancis Gantikan Kylian Mbappe

Penyerang sayap Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, akan memimpin skuad tim nasional Prancis sebagai kapten baru dalam laga krusial UEFA Nations League melawan Belgia pekan ini. Kehadiran Dembele sebagai pemimpin baru di lapangan terjadi menyusul absennya kapten utama, Kylian Mbappe, yang harus menepi akibat cedera lutut. Situasi ini menjadi ujian perdana bagi sang winger lincah untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya di level internasional.
Badai Cedera Menimpa Kylian Mbappe
Berita mengenai cedera Kylian Mbappe tentu menjadi pukulan telak bagi sang pelatih baru, Zinedine Zidane, yang sedang berupaya membangun momentum positif setelah awal masa jabatan yang menjanjikan. Striker andalan tersebut mengalami cedera tendon pada lutut kirinya saat bertanding di Kocaeli. Cedera itu terasa ironis karena terjadi tepat ketika ia mencetak gol kemenangan bagi Les Bleus.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa sang striker tidak akan ikut melakukan perjalanan ke Belgia. Mbappe kini telah kembali ke Madrid untuk segera memulai proses rehabilitasi medis. Absennya sang bintang menjadi catatan frustrasi tersendiri, mengingat ia baru saja menyamai rekor Patrick Vieira dengan mengoleksi 107 penampilan bersama tim nasional, hanya terpaut satu pertandingan dari Zidane.
Tanggung Jawab Baru Ousmane Dembele
Kesempatan emas memimpin rekan-rekannya kini jatuh ke tangan Ousmane Dembele yang akan mengenakan ban kapten Prancis untuk pertama kalinya sejak awal laga. Dengan absennya Mbappe, mantan pemain Barcelona tersebut ditunjuk sebagai pemimpin karena memiliki status sebagai pemain paling senior di dalam skuad saat ini. Dembele tercatat telah mengumpulkan total 68 caps bersama tim nasional Prancis.
Pengalaman memimpin sejatinya sempat dirasakan Dembele saat Prancis meraih kemenangan tipis atas Turki pada pertandingan hari Jumat lalu. Ketika Mbappe ditarik keluar lapangan pada menit ke-59, ia menyerahkan ban kapten tersebut kepada Dembele. Pemain berusia 29 tahun itu mengemban peran tersebut dengan baik hingga akhirnya digantikan oleh debutan Esteban Lepaul menjelang akhir laga.
Evaluasi Kemenangan dan Persiapan Menghadapi Belgia
Merefleksikan kemenangan sulit di kandang Turki, Dembele mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim sudah memprediksi laga berat di stadion yang penuh tekanan dengan kondisi lapangan yang kurang ideal. Meski demikian, ia memuji kerja keras kolektif seluruh skuad yang telah mempersiapkan taktik dengan matang sepanjang pekan. Dembele meyakini timnya tampil sangat solid meski seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol ke gawang lawan.
Dalam wawancaranya bersama TF1, Dembele membeberkan instruksi pelatih dan kesiapan timnya. “Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit di lapangan yang rumit dan stadion yang bergemuruh. Kami mempersiapkan diri dengan sangat baik sepanjang minggu. Saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus secara keseluruhan; kami bisa saja mencetak satu atau dua gol lagi. Namun, kami senang dengan pertandingan ini dan raihan tiga poin. Pelatih mengharapkan kami memainkan sepak bola yang bagus, banyak berkomunikasi di lapangan, dan menerapkan formasi 4-3-3. Kami akan terus seperti ini dan bersiap untuk hari Senin,” ujar penyerang lincah tersebut.
Pertandingan berikutnya melawan Belgia di Stadion King Baudouin, Brussels, akan menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi taktik Zidane. Belgia saat ini tengah memimpin klasemen Liga A1 setelah mengamankan kemenangan 2-0 atas Italia, memaksa Prancis tampil maksimal demi mengamankan poin penuh. Laga ini dipastikan menjadi pembuktian bagi kepemimpinan Dembele dan fleksibilitas strategi Prancis untuk keluar dari ketergantungan mencetak gol pada sosok Mbappe.
