Para Pembelot: Mereka yang Pernah Berseragam Madrid dan Barcelona

Cerita soal Real Madrid dan Barcelona bukan hanya soal rivalitas yang terbalut dalam laga bertajuk El Clasico. Cerita di luar lapangan seperti berpindahnya pemain dari El Real ke Blaugrana atau sebaliknya, menjadi kisah yang tak luput dari kontroversi.
Untuk menyambut pertemuan kedua tim di pekan ke-10 La Liga 2018/19, Minggu (28/10/2018) pukul 22:15 WIB. kumparanBOLA telah merangkum beberapa sosok yang pernah memberikan jasanya buat Barcelona dan Madrid.
Luis Enrique
Publik sepak bola Spanyol mengenal Enrique ketika dirinya melejit di Sporting Gijon dan pindah ke Real Madrid pada 1991. Selama enam musim di Santiago Bernabeu, Enrique mencatatkan 213 penampilan di lintas kompetisi dengan 18 gol. Ada masing-masing satu gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol yang menghiasi kabinet trofinya di Madrid.
Sementara di Barcelona, selama delapan musim di sana Enrique tampil dalam 300 pertandingan lintas kompetisi dengan total 109 gol. Raihan gelarnya pun lebih subur dengan dua La Liga, dua Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa masing-masing satu.

Ronaldo Nazario de Lima
Masa bakti Ronaldo di Barcelona hanya berlangsung satu musim saja ketika dibeli dari PSV Eindhoven pada 1996 dengan mahar 19,5 juta dolar AS. Namun, performanya sangat ciamik dengan menorehkan 47 gol dari 49 laga di lintas kompetisi, 34 di antaranya dicetak di La Liga yang mengantarkannya jadi top skorer musim 1996/97.
Kendati gagal mempersembahkan gelar liga, Ronaldo membantu Barcelona meraih juara Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan UEFA Cup Winners. Kemudian, Ronaldo pindah ke Inter Milan pada 1997 dengan 27 juta dolar AS dan bertahan selama lima musim.
Madrid lalu mendatangkannya ke Santiago Bernabeu dengan biaya 47 juta euro pada 2002. Kembali ke tanah Spanyol, Ronaldo lagi-lagi menorehkan tinta emas dengan menyabet dua gelar La Liga, dan Intercontinental Cup serta Piala Super Spanyol masing-masing satu. Ronaldo mencetak 104 gol dari 177 penampilan semua kompetisi.

Luis Figo
Ditinggal saat sedang sayang-sayangnya, kurang lebih seperti itu istilah yang menggambarkan kondisi kepindahan Figo dari Barcelona ke Madrid. Figo yang tengah berpendar bersama Barcelona setelah didatangkan dari Sproting Lisbon pada 1995, menyeberang ke kubu rival pada 2000.
Lima musim berseragam Los Cules, Figo tampil dalam 249 pertandingan dengan mengoleksi 45 gol. Taburan gelar pun menemani perjalanannya di Catalan dengan meraih dua kali juara La Liga, dua Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol, UEFA Cup Winners, dan Piala Super Eropa satu kali.
Tak pelak, kepindahannya dengan biaya 63 juta euro ke Madrid menjadi begitu kontroversial. Kendati demikian, Figo tetap moncer dengan raihan 57 gol dari total 239 penampilan. Dua gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, serta masing-masing satu Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Intercontinental Cup menghiasi kabinet trofi Figo di Madrid.

Samuel Eto'o
Disia-siakan bisa menjadi predikat buat Eto'o saat berada di Madrid. Menjajal tim akademi Madrid pada 1996, Eto kemudian naik kelas ke tim utama setahun berselang. Namun, kariernya tak menemui jalan terang lantaran lebih banyak dipinjamkan ke Leganes, Espanyol, dan Real Mallorca. Eto'o hanya bermain sebanyak enam kali tanpa mencetak gol.
Setelah resmi pindah ke Mallorca pada 2000, Barcelona meminang Eto'o dengan mahar 24 juta euro pada 2004. Di Camp Nou, Eto'o menunjukkan tajinya sebagai penyerang dengan membukukan 130 gol dari 199 penampilan dalam kurun waktu lima musim.
Eto'o pun menjadi bagian dari skuat Barcelona yang menyabet treble winner pada musim 2008/09 dengan menjadi kampiun La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Ada pula dua trofi La Liga dan satu Liga Champions di musim berbeda, dua Piala Super Spanyol yang didapat striker asal Kamerun ini bersama Barcelona.

Bernd Schuster
Barcelona adalah kesebelasan yang menjadi tempat Schuster meraih kejayaan. Datang dari FC Koeln pada 1980, sosok yang dulunya berposisi sebagai gelandang ini bertahan selama delapan musim dengan membukukan 238 laga serta mencetak 87 gol.
Schuster meraih delapan gelar bersama Barcelona sebelum akhirnya pindah ke Madrid pada 1988. Meski hanya dua tahun di Madrid, Schuster mempersembahkan tiga gelar dengan tampil sebanyak 86 kali dengan torehan 15 gol.
