Pascal Ferre Ungkap Momen Cristiano Ronaldo Permalukan Dirinya

Mantan Direktur France Football Pascal Ferre mengungkapkan detail perseteruan masa lalunya dengan Cristiano Ronaldo terkait penghargaan Ballon d Or baru-baru ini. Ia membagikan pengalaman menarik tersebut setelah puluhan tahun mengawal proses penyerahan trofi individu paling bergengsi di dunia itu.
Dikutip dari laporan Marca via Goal, Ferre mengenang kembali persaingan sengit antara Lionel Messi dan Ronaldo yang mendominasi panggung sepak bola dunia. Kedua megabintang tersebut berhasil memonopoli penghargaan bergengsi itu karena kualitas permainan mereka yang dinilai berada di atas rata-rata pemain lainnya.
Perseteruan Akibat Wawancara dengan Media Amerika
Konflik antara keduanya bermula saat Ferre melakukan wawancara eksklusif dengan media asal Amerika Serikat, New York Times. Dalam sesi tersebut, ia mengklaim bahwa motivasi terbesar bintang Portugal itu adalah melampaui raihan trofi bola emas milik Messi sebelum memutuskan pensiun.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sang penyerang legendaris yang langsung memberikan bantahan terbuka di platform media sosial pribadi miliknya. Tindakan tersebut seketika membuat reputasi sang direktur tercoreng dan memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola.
Ferre mengakui bahwa dirinya mungkin kurang tepat dalam memilih kata-kata saat menyampaikan pandangan tersebut kepada media. “Mungkin saya tidak mengekspresikan diri dengan sangat baik, tetapi bukan rahasia lagi bahwa dia adalah pemain yang sangat kompetitif. Dia membalas saya di media sosial, dan pada akhirnya dia membuat saya terlihat seperti pembohong di depan jutaan pengikut, tetapi itu tidak serius,” ujarnya seperti dikutip dari media Portugal, A Bola.
Dominasi Mutlak Dua Pemain dari Planet Lain
Selama periode tahun 2008 hingga 2017, panggung Ballon d Or memang hampir sepenuhnya dikuasai oleh rivalitas tak berujung antara Messi dan Ronaldo. Kedua pemain tersebut secara bergantian naik ke podium tertinggi untuk menerima penghargaan individual paling prestisius dalam sepak bola.
Ferre menjelaskan bahwa dominasi luar biasa tersebut terjadi karena tingkat kemampuan mereka yang sangat jauh melampaui standar pesepak bola biasa. “Mereka memonopoli penghargaan tersebut karena mereka adalah yang terbaik di dunia. Mereka adalah pemain dari planet lain,” tutur pria yang bergabung dengan dewan redaksi sejak tahun 1986 tersebut.
Pengaruh Besar Klub Raksasa Spanyol
Selain membahas persaingan individu, Ferre juga membeberkan dinamika politik dan pengaruh besar yang dimiliki oleh klub-klub raksasa asal Spanyol. Real Madrid secara khusus disebut memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang cara memaksimalkan peluang pemain mereka untuk memenangkan penghargaan tersebut.
Keterlibatan emosional dan sejarah panjang klub di panggung Eropa dinilai menjadi salah satu faktor penentu yang sangat kuat. “Memang benar bahwa dalam dunia Cristiano, dan Real Madrid secara khusus, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dalam aturan permainan,” tambah Ferre menjelaskan situasi di balik layar.
Hubungan historis yang erat antara penghargaan ini dan klub Spanyol bahkan sudah terbentuk sejak era awal kompetisi digulirkan. “Ini adalah institusi yang memaksakan kehadiran mereka dalam sepak bola dan dalam penghargaan ini, karena Real Madrid telah dikaitkan dengan Ballon d Or sejak awal, bersama Di Stefano dan kemudian Kopa, sementara Barcelona harus menunggu hingga tahun 1960 untuk memenanginya melalui Luis Suarez,” pungkasnya.
