Patrice Evra Putuskan Gantung Sepatu

Di level klub, perjalanan karier Patrice Evra hampir paripurna. Berbagai gelar bergengsi menghiasi curriculum full-back kiri berkebangsaan Prancis itu.
Okelah dia mencicipi tak begitu banyak piala di negaranya. Bersama AS Monaco, dia cuma sempat menjuarai Coupe de France sekali plus meraih status runner-up di Liga Champions.
Peruntungannya berubah drastis saat hijrah ke Manchester United pada 2006. Delapan tahun di sini, Evra tercatat meraup 15 gelar juara, termasuk lima di Premier League dan sekali di Liga Champions.
Kemudian, persinggahannya selama dua setengah tahun di Juventus pun cukup sukses. Total dua scudetti dinikmati Evra bersama I Bianconeri.
Sayangnya, ujung karier Evra menghadirkan stori kontras. Jangankan meraih gelar juara, mendapatkan klub saja sudah sulit bagi sosok 38 tahun itu.
Evra sempat terbuang dari Olympique Marseille karena UEFA mengganjarnya dengan skors tujuh bulan. Sempat mampir di West Ham United selama setengah tahun, dia tak mendapatkan pembaruan kontrak pada tahun lalu. Hingga akhirnya, Evra luntang-lantung tanpa klub sepanjang musim 2018/19.
Di masa pengangguran itulah, Evra menyerah. Sosok kelahiran Dakar, Senegal, ini memutuskan untuk gantung sepatu.
"Karier saya sebagai pemain sepak bola telah berakhir," tutur Evra kepada La Gazzetta dello Sport.
Kendati menyerah, Evra tidak lantas merasa lelah dengan dunia sepak bola. Masih tersisa hasratnya di bidang ini dengan peran berbeda. Ya, apa lagi opsinya kalau bukan pekerjaan pelatih.
Untuk mewujudkannya, Evra memiliki bekal cukup bagus. Dia pernah belajar dari pelatih-pelatih top sepanjang kariernya. Ambil contoh Sir Alex Ferguson di Manchester United dan Massimiliano Allegri di Juventus.
Yang belum hanyalah legalitas. Saat ini, dia baru mengantongi Lisensi UEFA B. Itu artinya, Evra cuma bisa menjadi pelatih tim amatir, tim U-16, atau asisten pelatih di klub profesional.
"Saya telah menjalani kursus untuk Lisensi UEFA B pada 2013. Saat ini, saya ingin menuntaskannya dan mendapatkan Lisensi UEFA A," ucap Evra.
"Maka, jika semua berlangsung lancar dalam satu setengah tahun ke depan, saya sudah siap untuk memimpin tim," katanya.
