Kumparan Logo

Paul Pogba Dituduh Kirim Sihir ke Kylian Mbappe

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wonderkid terbaru Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes
zoom-in-whitePerbesar
Wonderkid terbaru Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes

Paul Pogba tengah berseteru dengan sang kakak, Mathias Pogba. Bahkan, gelandang Timnas Prancis tersebut dituduh mengirimkan sihir ke rekan senegaranya, Kylian Mbappe.

Awalnya, France Info mengabarkan bahwa Pogba mendapat ancaman pemerasan sebesar 13 juta euro (sekitar Rp 191 miliar) dari sang kakak yang berkomplot dengan geng kriminal. Geng kriminal tersebut telah mengintimidasinya beberapa kali, termasuk di pusat pelatihan Juventus di Turin pada Juli lalu.

Lalu, Pogba melaporkan pemerasan tersebut ke pihak kepolisian. Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, nama Mbappe turut terseret.

Pogba menjelaskan bahwa pelaku pemerasan akan menyebarkan pesan palsu yakni Pogba menggunakan marabout (sosok yang memiliki kekuatan supranatural/dukun) untuk mengirimkan sihir ke Mbappe.

Gelandang Timnas Prancis, Paul Pogba. Foto: Darren Staples/Reuters

Melalui Twitter pribadinya, Mathias Pogba kemudian menanggapi berita yang disiarkan France Info terkait perseteruannya dengan Paul Pogba. Mathias menuturkan bahwa Pogba mulai menunjukkan wajah aslinya dengan berbohong kepada polisi. Selain itu, Mathias juga melontarkan tanggapan terkait Mbappe yang disihir Pogba.

"Hahaha...Apa yang saya harapkan telah terjadi: adik laki-laki saya yang akhirnya mulai menunjukkan wajah aslinya. Karena dialah yang mulai berbicara untuk berbohong kepada polisi. Anda tidak bisa menyalahkan saya," tulis Mathias.

"Paul [Pogba], Anda benar-benar ingin membungkam saya dan mengirim saya ke penjara. Saya curiga sekarang itu benar, versi saya benar terjadi dan tidak seperti Anda, saya memiliki cukup bukti untuk membuktikan kata-kata saya dan kebohongan Anda. Saya akan memberi tahu Anda lagi: saudara, memanipulasi orang tidak baik!" imbuhnya.

Pogba, Griezmann, Mbappe, tumpuan Prancis. Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

"Ini bukan tentang uang. Anda melibatkan saya terlepas dari diri saya sendiri, saya hampir mati karena Anda. Anda meninggalkan saya di lubang saat melarikan diri dan Anda ingin tidak bersalah. Ketika semuanya terbukti, orang akan melihat bahwa tidak ada lagi pengecut, lebih pengkhianat dan lebih munafik dari Anda di bumi ini."

Kylian [Mbappe], sekarang kamu mengerti? Saya tidak memiliki hal negatif terhadap Anda, kata-kata saya adalah untuk kebaikan Anda, semuanya benar dan terbukti. Maafkan saudara saya, yang disebut muslim, tapi menggunakan sihir, tidak pernah baik untuk memiliki seorang munafik dan pengkhianat dekat dengan Anda!" beber Mathias.

Belum lama ini, Mathias juga melontarkan pesan yang mengejutkan di Instagram pribadinya. Saudara kembar dari Florentin Pogba itu mengancam akan membongkar ‘borok’ atau keburukan Paul Pogba dalam waktu dekat.

"Pada dasarnya, seluruh masyarakat di dunia, terutama publik Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan para fan adik saya [Paul Pogba], perlu mengetahui fakta ini," ujar Mathias.

"Saya ingin membuka mata tentang siapa dirinya. Dan apa yang akan saya katakan dapat menjadi perhatian banyak orang. Tapi, saya tidak akan membongkar hal tersebut sekarang," lanjut Mathias.

Matias Pogba (kanan) merayakan golnya dengan saudaranya Paul Pogba selama pertandingan persahabatan yang diselenggarakan oleh yayasan Juan Cuadrado di stadion Atanasio Girardot, di Medellin, departemen Antioquia, Kolombia pada 24 Juni 2017. Foto: Joaquin Sarmiento/AFP

Pihak Paul Pogba tidak kaget dengan pernyataan Mathias. Gelandang Juventus tersebut menilai itu adalah bentuk upaya pemerasan dari geng kriminal melalui kakaknya.

"Pernyataan Mathias Pogba baru-baru ini di media sosial sayangnya tidak mengejutkan. Pernyataan itu merupakan ancaman dan upaya pemerasan yang berasal dari geng terorganisir terhadap Paul Pogba," bunyi pernyataan pihak Paul Pogba dikutip dari Daily Star.

"Otoritas terkait di Italia dan Prancis telah dihubungi sebulan yang lalu dan tidak akan ada komentar lebih lanjut sehubungan dengan penyelidikan yang sedang berlangsung," lanjut bunyi laporan tersebut.