Kumparan Logo

Pelatih Fortuna Sittard Kecam Justin Hubner Usai Dikartu Merah: Itu Bodoh

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Justin Hubner berlari melewati pemain Timnas Australia Nestory Irankunda pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2024). Foto: Bay Ismoyo/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Justin Hubner berlari melewati pemain Timnas Australia Nestory Irankunda pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (10/9/2024). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs, merasa kecewa dengan performa Justin Hubner saat pertandingan kontra Ajax Amsterdam di Liga Belanda, beberapa waktu lalu. Ia menyebut Hubner melakukan tindakan bodoh.

Danny Buijs memainkan Justin Hubner di awal babak kedua. Namun, Hubner hanya bermain 8 menit. Memasuki menit 53 ia melakukan tekel keras yang berbuah kartu merah. Tindakan ini dinilai bodoh oleh sang pelatih.

"Dia menabrak dari belakang. Itu yang dia lakukan sepanjang pertandingan. Tapi, lihat apa yang dilakukan Hubner selanjutnya sungguh bodoh," kata Danny Buijs usai laga kepada ESPN, dikutip dari Voetbal International.

"Dengan skor 1-3 [tertinggal], itu bukan frustrasi, karena dia baru saja masuk ke lapangan. Kalau Anda baru masuk ke lapangan, Anda tidak akan melakukan tekel seperti itu, [apalagi jaraknya masih] 60 meter dari gawang. Itu bodoh sekali," lanjutnya.

Pelatih Fortuna Sittard Danny Buijs. Foto: Pro Shots/Sipa USA via REUTERS

Pada pertandingan itu, Fortuna Sittard kalah 1-3 dari Ajax di kandang. Danny Buijs mengakui bahwa timnya buruk saat bertahan.

"Saya tak percaya nasib buruk. Saat saya lihat bagaimana kami bertahan saat gol kedua, itu tidak ada hubungannya dengan nasib buruk. Itu pertahanan kami yang buruk," ucapnya.

"Sungguh disayangkan hari ini karena kami punya banyak pemain yang benar-benar bersemangat dan kami punya momen di mana kami bisa menyerang Ajax, terutama di babak pertama. Dan, kemudian dalam beberapa menit, semuanya kebobolan," tandsasnya.