Kumparan Logo

Pelatih Persija soal Kartu Merah Marco Motta: Imbas Tensi Tinggi

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Persija Jakarta Marco Motta berusaha melewati pemain PSM Makassar pada pertandingan leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/4).  Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persija Jakarta Marco Motta berusaha melewati pemain PSM Makassar pada pertandingan leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/4). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Persija Jakarta kehilangan Marco Motta. Saat tim Ibu Kota bentrok dengan PSM Makassar di semifinal leg pertama Piala Menpora 2021, bek asal Italia itu mendapat kartu merah.

Di laga yang dihelat di Stadion Maguwoharjo, Kamis (15/4) malam WIB, Motta hanya bermain selama 83 menit. Sebelum diusir oleh wasit, Motta sudah mendapat dua kartu kuning.

Pelatih Persija, Sudirman, amat menyayangkan kartu merah yang didapatkan Motta. Kendati belum mengetahui alasan pengadil lapangan mengeluarkan anak asuhnya itu, ia berharap kejadian ini tak terulang buat pemain Persija lainnya.

"Sangat disayangkan dalam pertandingan tensi tinggi seperti malam ini dia malah mendapat kartu merah. Itu pasti ada sebabnya, tapi saya belum tahu sebabnya,'' kata Sudirman dalam sesi jumpa pers sesudah laga.

''Entah itu karena kata-kata atau gerak tubuh, saya belum tanyakan ke Motta," kata Sudirman menambahkan.

Bek Persija, Marco Motta, absen bela tim karena cedera. Foto: Media Persija

Jika melihat tayangan ulang televisi, sebelum diusir oleh wasit Hamim Tohari eks pemain Juventus dan AS Roma itu sempat terlibat adu mulut. Ya, Motta terlibat cekcok dengan pemain PSM, Abdul Rahman.

Dengan kartu merah yang Motta malam ini, pemain 33 tahun itu dipastikan absen di semifinal leg kedua yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (18/4).

"Pertandingan tadi memang berlangsung dengan tensi tinggi, tapi di leg kedua nanti saya berharap jangan sampai ada yang mendapat kartu merah lagi," tutur Sudirman.

----

embed from external kumparan