Kumparan Logo

Pelatih Plymouth Emosional Usai Singkirkan Liverpool: Saya Tak Bisa Berkata-kata

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Liverpool Luis Diaz berebut bola dengan pemain Plymouth Argyle Maksym Talovierov pada pertandingan Putaran Keempat Piala FA di Home Park, Plymouth, Inggris, Minggu (9/2/2025). Foto: David Klein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Liverpool Luis Diaz berebut bola dengan pemain Plymouth Argyle Maksym Talovierov pada pertandingan Putaran Keempat Piala FA di Home Park, Plymouth, Inggris, Minggu (9/2/2025). Foto: David Klein/REUTERS

Pelatih Plymouth Argyle, Miron Muslic, mengaku sangat emosional usai membawa timnya menang 1-0 atas Liverpool di Piala FA 2024/25, Sabtu (9/2) malam WIB. Hasil itu sekaligus menyingkirkan Liverpool dari Piala FA.

Miron Muslic menilai bahwa kemenangan ini merupakan momen terbesar dalam karier kepelatihannya. Ia sampai tak bisa berkata-kata untuk mengomentari hasil pertandingan.

''Biasanya, saya pandai berkata-kata dan fasih. Tapi, sekarang saya tak bisa berkata-kata,'' ucap Miron Muslic usai pertandingan, dikutip dari The Independent.

''Saya sangat merasa emosional karena saya menyadari tugas saya, dan [juga menyadari] lawan. Ini adalah momen terbesar sejauh ini di dalam karier kepelatihan saya, tidak ragukan lagi. Karena ini adalah Piala FA dan [melawan] Liverpool,'' lanjutnya.

Pelatih Plymouth Argyle, Miron Muslic, membawa timnya menang atas Liverpool di Piala FA, Sabtu (10/2) malam WIB. Foto: Reuters/Peter Cziborra

Kemenangan Plymouth Argyle atas Liverpool memang merupakan sebuah kejutan, mengingat keduanya berada di posisi yang berbeda. Liverpool saat ini adalah pemuncak klasemen Premier League. Sementara, Plymouth Argyle kini berada di posisi terbawah klasemen Championship, atau Divisi 2 Liga Inggris.

''Namun, momen terbesar kami adalah bertahan [di Championship], ini merupakan tujuan saya. Ini yang ada di dalam pikiran dan jiwa saya sekarang,'' kata Miron Muslic.

''Ini hari untuk Argyle, hari untuk Plymouth, hari untuk Green Army. Mereka pantas mendapatkannya, dan saya ingin mereka merayakannya semaksimal mungkin,'' jelasnya.