Kumparan Logo

Pelatih Portugal soal Gol Ronaldo Tak Disahkan Wasit: Harusnya Ada VAR!

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Portugal, Fernando Santos, di laga melawan Ukraina. Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Portugal, Fernando Santos, di laga melawan Ukraina. Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko

Pelatih Portugal, Fernando Santos, mengomentari kejadian gol Cristiano Ronaldo tidak disahkan wasit. Menurut dia, harusnya kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa menggunakan VAR.

Ada gol Ronaldo yang dianggap tidak sah di laga Serbia vs Portugal, Minggu (28/3). Jelang laga berakhir, Ronaldo berhasil mengirim bola masuk gawang dan melewati garis gawang sebelum disapu keluar.

Namun, wasit menganggap gol itu tidak sah dan laga pun berlanjut. Ronaldo tidak terima dan menyampaikan protes kepada asisten wasit di pinggir lapangan.

Usaha Ronaldo tidak digubris wasit. Bahkan, wasit menghukum Ronaldo dengan kartu kuning karena protes tersebut. Buntutnya, Ronaldo memilih meninggalkan lapangan sambil membanting ban kapten yang ia kenakan sepajan laga.

Portugal vs Azerbaijan. Foto: REUTERS/Massimo Pinca

Wasit Danny Makkelie sudah meminta maaf usai laga. Santos pun hanya bisa pasrah dengan hasil 2-2 yang Portugal raih di laga itu. Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran VAR di kualifikasi Piala Dunia.

"Wasit sudah meminta maaf dan saya menghormati dia. Tetapi sangat tidak bisa dibiarkan tidak ada VAR atau teknologi garis gawang di kompetisi ini," kata Santos, dilansir Goal International.

"Bola setengah meter di dalam gawang dan tidak ada halangan antara kiper dan garis gawang. Itu sangat jelas gol."

"Dia (Makkelie) meminta maaf kepada saya, tetapi ini tidak akan menyelesaikan masalah. Wasit tentu saja bisa melakukan kesalahan. Mereka cuma manusia. Oleh karena itu harus ada VAR," tambahnya.

Di sisi lain, absennya VAR dari kualifikasi Piala Dunia zona Eropa terjadi untuk penyetaraan. Ya, tidak semua stadion tempat digelarnya kualifikasi Piala Dunia memiliki teknologi tersebut. Akibatnya, diambil keputusan untuk tidak menggunakan itu di semua pertandingan.

***

embed from external kumparan