Kumparan Logo

Peluang Harry Kane Mengakhiri Dahaga Ballon d'Or bagi Pemain Inggris

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harry Kane terlihat kecewa setelah pertandingan Inggris melawan Spanyol. Foto: David Klein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Harry Kane terlihat kecewa setelah pertandingan Inggris melawan Spanyol. Foto: David Klein/REUTERS

Penyerang Bayern Munich Harry Kane membidik penghargaan Ballon d'Or setelah mencatatkan performa luar biasa sepanjang musim lalu. Kapten tim nasional Inggris tersebut berhasil membukukan 73 gol dalam 65 pertandingan di semua kompetisi. Seperti dikutip dari laporan ESPN, pencapaian fantastis ini menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat kuat untuk memenangkan bola emas tersebut.

Jika berhasil dinobatkan sebagai pemenang, Kane akan menjadi pemain Inggris kelima yang mengangkat trofi prestisius ini setelah Sir Stanley Matthews, Sir Bobby Charlton, Kevin Keegan, dan Michael Owen. Kane sendiri mengaku puas dengan penampilannya meski menyerahkan seluruh keputusan kepada para penilai. “Satu-satunya hal yang ingin saya katakan adalah bahwa musim lalu sangat luar biasa, baik secara pribadi maupun sebagai tim,” ujar Kane saat diwawancarai oleh Marca.

Sejarah Panjang dan Hubungan Rumit Pemain Inggris dengan Ballon d'Or

Inggris memiliki sejarah yang tergolong minim dalam memenangkan penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola ini. Sir Stanley Matthews menjadi pemenang perdana pada edisi 1956 setelah mengungguli Alfredo Di Stefano dari Real Madrid. Melalui otobiografinya yang berjudul The Way it Was, Matthews sempat mengungkapkan rasa terkejutnya saat menerima penghargaan tersebut karena merasa pemain lain lebih layak.

Setelah era Matthews dan kemenangan Bobby Charlton pada 1966, Kevin Keegan meraihnya dua kali berturut-turut pada 1978 dan 1979 saat membela Hamburg. Michael Owen kemudian menjadi pemain Inggris terakhir yang memenangkannya pada tahun 2001 saat memperkuat Liverpool. Mantan penyerang tersebut baru-baru ini menyatakan bahwa makna trofi tersebut terasa jauh lebih besar ketika ia sudah pensiun dan bisa melihat kembali pencapaian masa lalunya.

Persaingan ketat sering kali membuat bintang-bintang asal Inggris harus puas di posisi kedua atau ketiga. David Beckham dikalahkan oleh Rivaldo pada edisi 1999 meski sang gelandang berhasil membawa Manchester United meraih treble. Rivaldo sendiri mengakui bahwa banyaknya gol yang ia cetak menjadi pembeda utama yang membuatnya unggul atas Beckham.

Dominasi Liga Lain dan Kriteria Koleksi Trofi Kolektif

Sejarah menunjukkan bahwa pemain yang membela klub-klub raksasa Spanyol seperti Real Madrid dan Barcelona memiliki peluang lebih besar untuk menang. Selain itu, faktor keberhasilan menjuarai turnamen besar seperti Piala Dunia atau Liga Champions sering kali menjadi syarat mutlak bagi para pemilih. Dalam sebuah wawancara, Kane menyadari pentingnya trofi kolektif untuk mendukung pencapaian individunya.

Kane menegaskan bahwa mencetak banyak gol saja tidak cukup tanpa diimbangi gelar juara bersama tim. “Saya bisa saja mencetak 100 gol musim ini, tetapi jika saya tidak memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia, Anda mungkin tidak akan memenangkan Ballon d'Or,” tutur Kane. Rekan setimnya di Inggris, Jude Bellingham, juga mengamini bahwa trofi tim memegang peranan sangat krusial dalam pemungutan suara.

Profesor Simon Chadwick menjelaskan kepada ESPN bahwa tradisi penulisan majalah asal Prancis dan persepsi global turut memengaruhi penilaian terhadap pemain Britania Raya. Menurutnya, pemain Inggris sering dipersepsikan sebagai pekerja keras yang fungsional daripada seniman sepak bola yang estetis. Selain itu, budaya sepak bola di Inggris lebih mengedepankan kolektivitas tim ketimbang kampanye individu secara agresif.

Statistik Luar Biasa Harry Kane dan Dukungan Komunitas Sepak Bola

Kendati tantangan sejarah begitu besar, dukungan terhadap Kane terus mengalir deras dari sesama pesepak bola dan pengamat. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menyatakan dalam kolom naskahnya bahwa berdasarkan kinerja 12 bulan terakhir, Kane sangat layak memenangkan Ballon d'Or. Penyerang Bayern Munich, Luis Díaz, turut memuji kontribusi menyeluruh Kane yang tidak hanya mencetak gol tetapi juga memberikan umpan matang dan bertahan.

Mantan bek tim nasional Inggris, Rio Ferdinand, juga meyakini bahwa statistik luar biasa sang penyerang sudah cukup untuk membuktikannya. “Hanya Lionel Messi yang pernah mencetak lebih banyak gol dalam satu musim daripada Harry Kane,” puji Ferdinand saat penyerang tersebut menerima Sepatu Emas Eropa. Kini keputusan sepenuhnya berada di tangan 100 jurnalis internasional yang akan menentukan apakah Kane sanggup mengakhiri dahaga panjang Inggris.